Makan di Resto
Bagi orang-orang tertentu, makan di tempat prestige menjadi sebuah keharusan. Maksudnya, tempat yang memenuhi standar mereka. Tetapi ada juga orang yang makan dimana saja ga masalah. Yang penting tempatnya bersih, makanannya enak atau suasana mendukung.
Banyak faktor penyebabnya. Bagi kaum berduit, makan di resto nampaknya menjadi standar. Bagi yang ga ada duit, wartegpun ok saja. Tetapi ada juga yang makan bukan karena lapar, tapi karena gengsi. Ups, maaf.
Ini terjadi di depan saya. Hari ini saya mengantar siswa karyawisata. Saat siswa belajar bersama pemandu, saya dan rekan-rekan duduk santai. Tiba-tiba seorang rekan mengajak membeli jajanan. Karena ga biasa, saya ga mau. Setelah makan banyak jajanan, mereka mengajak makan di resto. Saya ikutan saja. Cuma berpikir, tadi sudah makan jajanan banyak, nanti ada jatah makan dari sekolah. Kok masih mau beli makan?
Karena belum saatnya makan, saya ga ikutan mereka untuk makan di resto. Melihat daftar menunya, bikin mata saya merem melek. Mehong bangetttt… . Pesanan datang, ada nasi goreng seafood dan nasi goreng ayam sosis. Begitu saya lihat harganya, alamaaak… hampir cepek jing.
Mungkin saya yang ga punya mental makan di resto. Rasanya kok sayang banget ya, uang segitu cuma dapet makan sepiring. Itu saya loh… . Atau saya yang pelit, ya. Ga mau beli makanan mahal. Hehe… .
Tapi biarlah, itu kan mereka. Saya biasa begini makannya, ga masalah, Toh, saya ga merugikan siapapun. Gimana, Bapak Ibu? Salam bahagia.
Sby040326
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
