Online, lagi?
Pemerintah mempersiapkan kebijakan pembelajaran online mulai April nanti. Alasannya? Penghematan BBM. Serius kah ini? Kalau ya, bisa dibayangkan pembelajaran seperti apa yang bakal didapatkan murid.
Dari pengalaman pembelajaran online karena Covid-19, kualitas belajar siswa menurun. Guru berpikir keras menyiapkan pembelajaran yang ok punya. Apalagi sekarang guru diminta mengajar dengan konsep Deep Learning (DL).
Pada pembelajaran Work From Home (WFH), murid belajar dari rumah. Sekarang, Work From Anywhere (WFA), belajar bisa dari mall, pasar, atau tempat yang mungkin ga representatif. Bisa dibayangkan, bagaimana murid belajarnya. Memang WFA lebih fleksibel, murid bisa belajar dari mana saja. Tapi bagaimana kualitas pembelajarannya? Bisakah dipertanggungjawabkan?
Ini tantangan bagi guru, harus mempersiapkan metode pembelajaran yang relevan sesuai capaaian pembelajaran dan DL. Ini bukan perkara mudah. Perlu menjadi perenungan, apakah dengan penghematan BBM, bisa menghasilkan murid berkualitas sesuai harapan?
Bagaimana Bapak Ibu, setuju? Tapi kalau sudah diketok dari sono, mau bilang apa? Kita cuma wayang, apa kata Sang Dalang.Semoga pemerintah bisa mempertimbangkan kembali. Salam bahagia.
Sby220326
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
