Penipu Masa Kini
Banyak cara orang mau menipu. Di jaman now yang semakin canggih, bisa meniru atau mengaku sebagai teman, kerabat atau saudara. Tentu tujuannya untuk mengambil keuntungan pribadi tanpa peduli kerugian orang lain.
Hari ini saya mengalami hal tersebut. Ada penipu yang mengaku sebagai Adik sepupu. Kami memang jarang kontakan. Meski demikian saya hafal betul bagaimana karakternya. Awalnya dia chat by messenger, tanya tentang kabar. Memang bener, profilnya memang milik Adik.
Sore kemarin dia telpon saat saya lagi ke gereja. Saya abaikan saja. Hari ini lagi ngajar, dia telpon lagi. Saya bilang lagi di kelas. Sore dia telpon lagi. Saya angkat saja, mungkin ada yang urgen.
Dia minta bantuan untuk lelang mobil kejaksaan, dan minta tolong untuk konek dengan pemilik show room Surabaya. Saya dengar saja semua kata-katanya. Namun dalam hati curiga. Ini sih bukan adik saya. Saya hafal bener bagaimana karakter suara dan bagaimana gaya bicaranya saat bicara dengan saya. Saya langsung tahu, dia penipu.
Gak pake lama, langsung blokir aja. Saya langsung hubungi Adik, bagaimana kabar by WA. Dia ganti bertanya, "Ada apa?" Meluncur deh kisahnya. Ternyata memang profil dia dipake orang buat tipu-tipu.
Hati-hati ya, Bapak Ibu. Penipu selalu banyak akal. Salam sehat selalu.
Sby090326
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
