Buku Nikah
Beberapa hari yang lalu, saya terpaksa pulang kampung (pulkam). Terpaksa yang menyenangkan. Hahaha… . Bagaimana ga seneng, namaya pulkam. Ketemu saudara, makan dimanja, kemana-mana dianter. Asyik kan?
Terpaksa, karena saya pulang kampung mengemban misi. Mencari data pernikahan orang tua. Gini loh, ceritanya. Saya mau buat surat ahli waris. Salah satu syaratnya, harus ada buku nikah orang tua. Masalahnya, buku nikah itu saya cari ga di rumah orang tua ga ketemu. Saran dari teman, disuruh menelusur dimana dulu orang tua menikah. Bisa cari data disana dan minta surat keterangan atau apa, gitu katanya.
Begitulah, setelah hunting sana-sini (maklum seangkatan orang tua banyak yang sudah di atas sana), akhirnya ada info. Itu sebabnya, saya pulkam. Mumpung libur pas hari kerja. Kalau ga hari kerja, kan kantornya tutup.
Beruntung dan bersyukur, data pernikahan orang tua terdaftar di kantor tersebut. Setelah melengkapi semua persyaratan, langsung diproses. Kamis, saya ke kantor tersebut, Senin surat keterangan sudah kelar. Puji Tuhan. Terima kasih untuk semua petugas yang telah banyak membantu. Salam bahagia.
Sby070426
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
