Pemain Pelengkap
Giat akademik sekolah telah usai. Kini sekolah tinggal menunggu proses pengolahan nilai untuk laporan orang tua minggu depan. Berarti anak-anak nganggur doong? Gak juga. Mereka melaksanakan giat lain. Yang kelas 9 latihan buat acara pelepasan. Yang kelas 7 dan 8 giat liga kelas.
Namanya liga kelas, pasti pertandingan antar kelas. Yang dilombakan antara lain, voli, basket dan futsal. Ada aturan main yang agak berbeda dari umumnya. Salah satu pemain harus Walas atau mentornya. Alamaaak… . Lah, kalau Walas atau mentor ga bisa main, gimana? “Ngebon” guru atau karyawan yang bukan Walas atau mentor kelas lain.
Hari ini saatnya tanding voli. Duh, gimana yaa… . beberapa waktu lalu tangan dan lutut saya agak ngambeg. Awal saya putuskan ga ikut. “Ngebon” saja ah. Ternyata ga ada guru karyawan yang bisa. Karena hari ini ada giat gladi kotor pelepasan. Sebagaian besar guru karyawan tersedot di kegiatan tersebut. Termasuk mentor kelas saya.
Dengan terpaksa, saya terjun lapangan. Tetapi saya main cuman buat “pelengkap” saja. Faktanya, saya ga main, cuma berdiri doang di lapangan. Mereka berlima trampil semua. Aman deh, saya. Gak perlu lari kesana kemari. Hehehe… . Puji Tuhan. Tiga kali pertandingan, menang semua. Besok final. Semoga menang. Amin.
Sby080626
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
