Pertemanan
Seorang rekan, sebut namanya Tia, sedang curhat. Tia berkenalan dengan sesorang via Facebook. Tampaknya teman baru Tia ingin berkenalan lebih deket. So, mereka saling bertukar nomor.
Setelah beberapa waktu, saya coba bertanya, bagaimana perkembangan pertemanannya. Tia mukanya agak ga nyaman dilihat. Lantas saya bertanya, kenapa?
Tia cerita, saat ditelpon pertama kali, dia sudah merasa ga sreg. Kog gitu? Kali pertama ditelpon, Tia juga merasa was-was. Jadi ngomongnya Tia seperti jaga jarak. Ditanya hal yang serius, dia jawabnya ga serius. Maklum, kenalan di Medsos, takut kenapa-napa.
Tanggapan teman barunya malah bikin nyesek. “Dari ngomongmu, jelas kamu bukan orang yang dewasa. Saya tanya serius, kamu jawabnya kok gitu, bla bla bla… .” Tia malah diceramahi dan cuma jawab ya,ya, ya… . saat itu telpon diputus. Tia cek di WA, semua chatnya dihapus oleh temannya itu.
Saya bilang, “Santuy aja Tia, biar aja dia gitu. Berarti tidak ingin berteman dengan kamu. Kalau memang mau berteman, tentu menerima kekurangamu. Ngapain dipikirin. Bersyukur ga berteman sama orang model gitu. Bukan jodoh. ”
Tia lantas tersenyum dan saya lega. Rekan saya ga sedih lagi. Berteman juga ga gampang, yaa. Memang kita mesti hati-hati. Apalagi kalau kenalnya di Medsos. Salam bahagia.
Sby260626
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
