Secangkir Kopi
Secangkir kopi tersaji di meja teras. Uap panas mengepul aroma khas yang menggoda. Menyambut hangatnya pagi yang hadir menemani.
Hidup layaknya secangkir kopi yang siap dinikmati. Hadir setiap pagi mewakili hari yang akan dijalani. Sesap perlahan seperti menjalani kehidupan. Tak perlu tergesa, semua dilakoni dengan ikhlas dan dimaknai. Karena hidup bukan ajang perlombaan mencari siapa yang menang.
Sesapan kopi terasa pahit seperti takdir yang mampir dalam diri. Justru dalam pahitnya kopi terasa nikmat terasa berbeda. Seperti pahitnya kehidupan yang tetap harus disyukuri.
Secangkir kopi tandas menyisakan ampas yang tertinggal. Seperti halnya ampas, ada kisah perjalanan yang harus ditinggal atau dilupakan. Bukan bermaksud meremehkan, tetapi justru menghargai harapan yang akan datang. Secangkir kopi setia menemani setiap pagi bersama hari yang telah dinanti.
Sby140726
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
