Pengampunan
Ada seorang yang pinjam duit ke kita. Saat pinjam, rayuannya selangit. Tiba waktunya bayar, muter aja ngomongnya. Kadang ditagih janjinya, eh marah dia. Akhirnya kita yang sebel, jengkel, marah, gemes campur aduk jadi satu. Dia? Enjoy aja. Pernah seperti itu ga sih? Pernah, yaa… .
Hari ini saya mengikuti ibadah syukur yang dipimpin Romo Antonius Yohanes Lelaona, SVD. Dalam kotbahnya, beliau memberi contoh seperti di atas. Apa yang harus kita lakukan? Berdamai dengan diri, berikan dia yang hutang pengampunan. Ga gampang, memang. Tapi harus. Kenapa? Karena dalam pengampunan ada kasih, kesabaran dan keikhlasan.
Ketika kita mengampuni, ada damai di hati. So, jaga hati, jangan tumbuhkan rasa marah, jengkel apalagi benci. Gegara marah, kecewa, jengkel dan benci bisa bikin tensi naik turun, asam lambung meningkat, vertigo kumat dan lainnya. Jadi penyakit, kan?
Pengampunan akan membawa berkat. Pengampunan menumbuhkan suka cita. Mari kita berikan kasih melalui pengampunan. Siap. Terimakasih, Romo Anton. Salam bahagia.
And forgive us our trespasses as we forgive those who trespass against us (Part of The Lord's Prayer)
Sby130826
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
