BENDUNG YANG TAK TERBENDUNG
Tagur 9
Oleh Desnaini.S.Pd.I
21022021
Ketika azan pagi berkumandang , sayup sayup terdengar di sela kokoknya ayam,. Ada yang terbangun dari tidurnya indah semalam , dan langsung berdoa tanda syukurnya kepada sang Kholik ,sebab masih di beri kesempatan hidup kembali untuk segala proses perbaikan diri lebih baik dari hari kemaren. Lalu bangkit melaksanakan rutinitas ibadah menghadap sang Kholik, minta RidhoNya agar hari ini segala pengharapan yang lebih baik, sebagai bukti syukur di buktikan melalui sembah sujud pada ilahi tak dirasakan dinginnya udara pagi dan air wudhu , Persiapab bersimpuh menghadap untuk meminta kepadaNya.
Disisi lain ada juga yang menarik kembali selimutnya dan tak ingin bangun karena enaknya nikmat tidur yang ia rasakan. Sehingga karena nikmat dan enaknya tidur dia ternina bobokan bangun kesiangan sehingga kegiatan dan rencana yang akan di kerjakan jadi berantakan sehingga ia lupa bersyukur akan rasa nikmat yang di berikan .Ya begitulah ,.... macam - macam kondisi nikmat yang kita rasakan dan cara kita mensyukurinya. Terkadang kita sering terlena oleh keadaan sehingga banyak di antara kita lupa ketimbang ingatnya.
Akhirnya yang maha hidup mengingatkan ...pagi ini di bangunkan dengan sedikit peringatan, tadinya azan dan kokok ayam mengalun di telinga ,namun kita masih sulit juga untuk terjaga. Pagi ini hbunyi alunan air yang mengagetk hitungan detik membuat k terjaga semua. Air yang mengalir beda dari biasanya, kali ini bukan aliran air wudhu tapi aliran air bah yang mengagetkan membuat kita terkesima, bigung seketika, takut dan gemetaran berusaha melarikan diri dan menghindari dari kejaran dan kepungan air bah sudah mengalir di mana - mana, seketika terjadi hiruk pikuk saling mendahui untuk menyelamatkan diri,. Sungguh beda dari biasanya pemandangan pagi ini, andaikan setiap pagi begini bangun niat bersyukur padanNya alangkah indahnya.mungkin air bah ini tidak datang untuk mengingatkan kita .Belum sadarkah kita dengan perlakuan dan perbuatan terkadang banyak sia- sia. Saat ini kita sama berduka bencana telah melanda tidak hanya kamu tapi kita semua merasakan akibatnya. Bendung yang sudah tak terbendung , bencana tidak hanya virus yang merajalel namun banjir, gempa, gunung merapi meletus, hujan yang tak reda - reda, apa yang kita fikirkan........?Dimana - mana banyak bencana , ya bencana !! Ingatkan diri muhasabah mendekatkan diri pada sang Kholik jalan satu - satunya untuk mohon pertolongan sambil , memperbanyak istighfar .
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
