Desnaini .S.Pd.I

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

GEGARA US GAGAL SENDING

T 70 (H 69)

Sudah hari ke dua anak - anak disibukkan mengahadapi US (Ujian Sekolah). Salah satunya anak saya yang sedang duduk di kelas akhir ( kelas tiga Sekolah Menengah Pertama), sebagai peserta US online yang diselenggarakan oleh pihak sekolahnya. Seharian ini dia kelihatan lelah sekali karena US hari ini mapel Matematika yang telah menguras energinya, selama duduk dikelas tiga (kelas 9) ini belum pernah tatap muka (TM) dengan guru mapelnya, apalagi mapel matematika sedangkan dengan tatap muka langsung saja masih banyak juga yang gagal paham apalagi belum pernah, dan saya juga maklum kalau anak agak sedikit kesulitan dan memakan waktu lama dalam memahami soalnya untuk memastikan agar tidak salah jawaban. Kasihan , tapi bagaimana lagi, ini karena kondisi semua kegiatan hanya dilakukan sendiri tanpa bisa berintegrasi dengan guru pendidik secara langsung untuk mendapatkan paparan, di tambah lagi kondisinya sedang berpuasa jadi wajar sangat melelahkan.

Kemaren hari senin ia melakukan US mapel Bahasa Indonesia kelihatan sumbringah karena ia merasa dapat melaksanakan dan menyelesaikan US Bahasa Indonesia dengan baik mudah dipahaminya, namun hari ini ia kelihatan lelah karena US mapel Matematika yang sedang ia lakukan sangat mengguras energinya, ditambah lagi rasa kecewa yang berkecamuk sedang asyiik menyelesaikan dan menyiapkan jawaban terbaik ternyata waktunya habis jawaban yang disending tidak terkirim alias gagal sending, ada dua kemungkinan penyebab kegagalan sending yang dialami bisa jadi sinyal saat pengiriman atau waktu , Kasihan melihatnya seperti habis energi, laptop yang didepannya sudah tidak bisa di apa-apakan lagi.

Kalau begini siapa yang harus disalahkan, anakkah? materikah ? sinyalkah ? waktukah ? gurukah..?atau orang tuakah?...bigung iya saya sebagai orang tua juga ikut sedih dan bingung.

Sungguh kasihan , saya hanya bisa mengusap airmata kekecewaanya, yang sedang terduduk di pojok kamar sambil menatap nanar laptop dengan tatapkan kosong, sambil lirih ia berbisik mi...maafkan adek hari ini gagal bisiknya, aku pun menitikan air mata tertahan melihat kekecewaannya, aku berusaha merangkul dan menenangkan hatinya, lalu memeluknya dengan kasih sayang menguatkan hatinya sambil berbisik " tidak apa -apa sayang , jangan kecewa besok kita bicarakan dengan pihak sekolah barangkali ada solusi , sambil tersedu ia tidak dapat menahan perasaaan dan gejola dalam dadanya. Dalam bimbang saya mencoba wapri gurunya dan menceritakan kejadian yang dialami anak saya hari ini , alhamdulillah gurunya memberikan jawaban dan harapan baik kepada saya bahwa nanti yang gagal sending bisa untuk melakukan US susulan sesuai materi US yang tertinggal. Dan legalah rasa di hati bahwa masih ada asa dan solusi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post