ROMADHON Dan OBOR BAMBU
Tagur 48
Dulu beberapa tahun silam ku slalu merasa bangga dan bahagia dengan hadirnya bulan suci Romadhon banyak agenda kegiatan yang menjadi rencana. Berbagai agenda itu kini menjadi kenangan, kegiatan yang melibatkan semua usia dari balita sampai usia senja merasa bahagia saat itu, Banyak cara dan kreatifitas yang dilakukan untuk syiar agama, salah satu cara syiarkan Islam menyambut datangnya bulan mulia , penggajian ramai dimana - mana, pawai iring - iringan di sertai takbir pun menggema, dari yang muda hingga yang tua turut serta kejalanan untuk meramaikan , rasa bahagia hati anak remaja tua muda sangat terasa menyambut datangnya romadhon saat itu , baleho, spanduk dan ucapan pun tak ketinggalan terlihat di seluruh pojok desa dan kota , beduk pun bertalu - talu disertai lampu obor menyala di mana mana menerangi malam gelap gulita, terasa hidup seketika, karena waktu itu daerah kami belum di terangi oleh lampu PLN , yang ada baru ada lampu diesel orang kami menyebutnya.
Setiap bulan puasa atau ramadhan tiba pesta tilawah pun menghiasi di seluruh penjuru bumi Pertiwi ini, karena zaman itu ada pengiat malam ke 21 - 27 romadhon ada pesta musabahqoh Tilawatil Alqur'an di kenal dengan sebutan MTQ seru waktu itu walaupun aku tak pernah ikut jadi peserta tapi suasananya bikin rindu. Bagi pemenang mendapat penghargaan dan uang prestasi di sebut juga dengan mendapat beasiswa untuk sekolahnya, sungguh senang waktu itu mendengar pengumuman siapa yang jadi pemenangnya , karena pemilihan peserta terbaik dari tingkat desa, kelurahan, sampai provinsi dan lanjut ke tingkat pusat di ibukota negara , peserta dari seluruh penjuru tanah air ikut menjadi peserta, bangganya lagi MTQ dulu diresmikan oleh bapak presiden Suharto sebagai penyambut pembuka acara peresmian di televisi. TV Hitam putih kenangan itu ramai peminatnya, diiringi dengan simbol pemukulan benduk dan sirine bahwa acara lomba Tilawahtil Qur' an sudah di buka, ada satu hal yang mengesankan kalau sinyal terputus maka keluar lah dari tv seperti semut dan suara kemeresek dari tv, di sertai iringan suara gemuruh para penonton yang masih menunggu tayangan, dulu kami menonton acara tv berkumpul bersama di rumah satu warga, yang keluarganya mampu atau warung yang memiliki TV, orang berkerumun bak menonoton layar tancap atau bioskop.Sangat jauh beda dengan zaman Now . Tapi suasananya lebih seru ketimbang sekarang.
Karena rasa bahagia tiada rasa kantuk dan lelah menghampiri , Sholat tarawih selesai jam 10 malam di kampung kami waktu itu. Ketika senja datang waktu yang sangat dinantikan dan diharapkan , terkesan Indah dan bahagia sekali rasa di hati menanti bunyi beduk dari suara radio kecil dikala itu bisa di bawa kemana - mana sambil mendengarkan sandiwara drama Mantili, kemudian bersambung dengan ceramah ustad Zainudin MZ, sebagai pertanda waktu berbuka sudah hampir dekat, suara orang mengaji dari langgar dan mesjid pun saling bersaut sahutan menghidupkan suasana bulan romadhon penuh ke istimewaan waktu itu.Mengenang suasana itu slalu bikin rindu. Dan kini tak ada lagi penyambutan romadhon seperti itu. Seakan hilang tertelan zaman, waktu terasa cepat dan perubahan terasa begitu dasyat. Dulu dimasa kanak - kanal kami di hadirkan rasa senang dalam hati menunggu pelaksanaan sholat tarawih , dan juga dimanfaatkan sebagai ajang bertemu dan berkumpul dengan teman sebaya , dan saling tukar cerita dan pengalaman tentang puasa sehari yang telah di jalankan , serta merencanakan mau melaksanakan sholat tarawih di mesjid yang mana , kami bersama teman - teman slalu bermusyawarah dulu minimal 4 -7 orang, ketika pertengahan romadhan kami memiliki kerbiasaan berpindah - pindah mesjid hingga puncaknya yang bisa mendapatkan 7 mesjid sebagai tempat tarawih selama bulan romadhon ada rasa bangga terselip dalam hati atas kemampuan itu, kata Buya guru mengaji kami berpesan dalam ceramahnya, mengatakan bahwa kalau bisa sholat tarawih lebih jauh melakukan perjalanan kakinya dari rumah maka pahalanya semakin banyak, oleh karena itu dulu kami berburu dan berlomba - lomba mencari 7 mesjid di setiap bulan romadhon, bahkan kami berjalan kaki ke mesjid yang berlainan desa dan kelurahan, walau kadang kami berjalan kaki pulang dari mesjid sampai larut dan tengah malam sampai dkembali kerumah , dengan tiada rasa takut yang ada hanya rasa gembira berjalan kaki bersama kawanan. Sampai di rumah tidur beberapa saat jam , setelah itu jam 3 pagi sudah di bangunkan oleh si emak untuk makan sahur , setelah sahur kami jarang untuk tidur kembali yang kami lakukan adalah mengampiri teman untuk kembali bareng melaksanakan sholat shobuh ke mesjid dengan memakai obor dari pohon bambu yang di isi minyak tanah dan sabut pohon kelapa sebagai sumbu atau bahan bakarnya. Begitu serunya cerita masa lalu itu .
Generasi saat ini tak lagi sama ceritanya, sudah terlalu banyak cerita dalam gawai sehingga tak ada lagi kesempatan untuk bercengkrama antar teman dan tetangga . Bahkan tak saling kenal , dengan anak tetangga lainnya , keegoisan semakin tinggi dan merajalela, sibuk dengan diri dunia sendiri. Apalagi suasana ini didukung dengan wabah sicovid, semakin jauh rasa kebersamaan , meninggalpun cukup mendoakan lewat tulisan dan pesan, terasa semakin jauh diri dari peradapan generasi saat ini sudah jauh beda . Kadang bahwakan dalam satu rumah tangga atau keluarga anak dan orang tua sudah sangat jarang sekali bercengrama berbagi cerita, seakan sudah tak ada pedulinya sama orang tua yang mengajak berbicara, lebih memilih gadget ketimbang orang tuanya. Banyak diantara orang tua mengeluhkan hal yang sama , tak ada guna kita mencari ini salah siapa ., Namun terpikirkan jua bagaimana nasib kita dihari tua, akankah kita mati dalam gengaman gadged anak kita? Dan atau....oh menyedihkan jika itu terjadi.
TMG.03032021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
