Desnaini .S.Pd.I

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

CERITA DUKA MENYAMBUT LEBARAN 1442 H

T81

Waktu bergulir dengan cepat , setiap detik sangatlah berharga bagi setiap insan manusia baik tua maupun muda. Sungguh gunakanlah waktu sebaik- baiknya di waktu muda. Hilangnya waktu tak dapat di kembalikan, kita butuh waktu untuk pembekalan sebab kematian tidak pandang usia . Gunakan waktu muda banyak berguru berburu ilmu jangan tunggu penyesalan menghampiri disaat tua menjelma. Di tengah negri ini sedang berduka kehilangan sosok pemimpin yang menetramkan jiwa, tuan guru kini telah banyak yang tiada , Pejuang dakwah telah banyak yang pergi tinggalkan dunia untuk selamanya . Memang tugasnya sudah paripurna, namun tak dapat di pungkiri rasa sesak didada melihat wajah tersenyum berseri menghadapNya, menggambarkan penuh kebahagian menuju tempat peristirahatan terindah telah menunggu di surgaNya. Cemburu hati merintih pilu Pejuang dakwah kini telah tunai bakti. Tepat Senin malam 29 Romadhon 1442 H /10 mei 2021 Pejuang dakwah (Singa Mimbar) telah berkurang 1 lagi guru kita Al Mukharrom ust tengku Zulkarnain telah berpulang kepangkuanNya untuk selamanya.

Namun kini hati kembali merintih sedih melihat Realita kehidupan di era Reenzim ini , pemandangan pejuang mudik lebaran sedang bertarung di jalanan menuju jalan pulang yang penuh sekatan. Jalan Pulang terhalang dihadang perintah putar balik, berdalih untuk menghambat lajunya perkembangan si covid-19 yang masih jadi bumerang, Namun perlakuan tidak adil yang di dapati pribumi menggugah semangatnya tetap berjuang menerobos menuju jalan pulang, sementara sumber wabah di datangkan dengan hadirnya TKA dari wuhan cina Taipan, waraskah penguasa renzim ini..? jadi melelehkan air mata memandang venomena di penghujung romadhan 1442 H . Hidup di negri sendiri kok begini menuju jalan pulang penuh cerita.

Nelansa hati melihat perjalanan mereka jauh -jauh hari menyiapkan diri berharap pertemuan dengan keluarga , walaupun mobil mereka menyeberangi sungai dengan resiko yang luar biasa, bersepeda motor , sepeda ontel dan berjalan kaki menghabiskan waktu berhati -hari dan lelah tak mereka rasa, akan menepati janji bertemu dan rindu berkumpul dengan keluarga. Menerobos semua jalan pintas tanpa gentar, sungai pun di seberangi agar dapat menuju jalan pulang itulah kekuatan rindu yang sudah tak tertahankan. Penguasa lihatlah dengan hati nurani kenapa jadi begini..., tega menghalang - halangi perjalanan mereka ,lihatlah menjadi musafir dan berjalan kaki kian ratusan kilometer pun mereka mampu lakukan demi bertemu keluarga keluarga tercinta pada moment idul Fotri 1442 H, ini adalah perjuangan dan semangat pejuang luar biasa. Di ketahui dari berita media seorang pemuda rela melakukan jalan kaki menyusuri rel kereta api menuju kampung halamanya dari jakarta menuju Grobogan Jawa Tengah yang bernama Pak Junaedi di temui oleh Babinsa TNi pada tanggal 3 mei 2021 yang sedang bertugas di desa binaannya.Mental bangsa pejuang yang keren tidak tampak rasa lelah meski telah jauh jalan di tempuhnya selama 4 hari sudah dilewati melakukan perjalanan dari Jakarta sampai Subang , sungguh menggenaskan. Disini kami hanya punya doa untuk kalian para pejuang mudik untuk sebuah kerinduan tertahan pada sanak keluarga, Duka dalam perjalanan semoga tercatat sebagai ibadah, dan di beri kesehatan kelancaran hingga sampai tujuan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post