MENULIS HINGGA GOSONG
T 75
Di tengah keragu - raguan saya beranikan diri untuk menuliskan cerita di sini sekedar mengulas pengalaman dalam memulai menulis untuk membukukan sebuah cerita yang saya miliki, bak kata pepatah yang pernah kita baca dan tahu bahwa buku adalah guru yang sabar mengajarkan kita berbagai pengalaman, dan si buku juga merupakan jendela dunia yang membuka pandangan kita sejauh dan seluas bentangannya . Salah satu pengalaman dan cerita saya dalam menulis serta membaca kembali tulisan, hal yang saya alami sehingga mampu menjadikannya pengalaman sangat berarti selama hidup. Awal menulis membuat saya seperti orang gila menghabiskan waktu di depan laptop duduk hanya untuk mengetik lalu hapus lagi, begitu seterusnya yang saya lakukan selama berjam - jam , sehingga sempat suatu waktu saya sambil memasak, akhirnya masakan yang saya buat sampai gosong karena menyambi menulis, maklumlah kalau ibu - ibu sukanya menyambi - nyambi keasyikan jadi lupa, eh tahunya setelah tulisan jadi di cek baca ulang kok mutar isinya, sehinga tidak dapat menyimpulkan pesan makna tersirat dalam ditulisan yang di buat. Hehehe bikin saya tersenyum sendiri, terpaksa delet lagi deh.
Dan terkadang penulisan typo pun turut serta tak mau ketinggalan, ya maklumlah gerakan tangan dan mata sudah tidak sejalan karena termakan usia kali ya, sungguh perjuangan untuk temukan kata yang pas, hal yang saya alami selama menulis di blok gurusiana adalah sangat sering menghapus “mendelet” kembali cerita yang sudah di paparkan panjang lebar dan akhirnya gagal sending ke blok, hal itu saya alami selama kurang lebih 1 - 2 bulan, menulis memang butuh proses dan latihan, sebenarnya sudah lama ingin menulis, namun ketidak pedean telah membuat saya gagal dalam meneruskan berbagai tulisan yang sudah ditulis , akhirnya membuat saya jatuh terguling dari tantangan. Pada bulan januari 2021, saya bertekad memotivasi diri sendiri untuk tidak terjatuh lagi , menguatkan tekad bisa rutin menulis di blok gurusiana walaupun belum banyak peminat dan followernya namun saya tetap paksakan diri, menumbuhkan rasa percaya diri bahwa saya bisa menulis, yang penting bisa menulis apa yang saya bisa, walaupun belum masuk pada kategori bisa menulis kata yang penting dan informatif , bagi saya yang penting bisa menulis dan mengalir bagai air dalam merangkai kata supaya memiliki makna yang dalam dan menyiratkan pesan dalam kata tersebut untuk dapat di baca, “Penting lancar dulu deh menulisnya ”. Hal ini bertujuan untuk mengatasi agar tidak menyurutkan semangat saya untuk menulis tanpa terputus, hingga akhirnya saya bisa lolos dari tagur 30 hari terlewatkan , sehinga pak CEO bermurah hati memberikan tanda cinta berwarna biru sebagai penghargaan kepada saya. Semuanya itu memang butuh latihan dan perjuangan untuk bisa menaklukannya, memang terkadang sulit untuk menyusun kata dalam penulisan yang menarik minat follower.
Cara saya mengatasi kebuntuan ide menulis adalah melihat berita yang hits trending atau sedang ” up” di pemberitaan, ini dapat diangakat sebagai tema bacaan dalam tulisan baik berupa puisi , pantun, opini ataupun pentigraf, saya akui saya terlambat berlatih menulis karena usia sudah tua seharusnya menulis itu dimulai sejak usia muda saat semuanya masih encer , tapi sayang waktu saya muda gurusiana belum ada. Terkenan zaman old dulu saat menulis surat cinta pada sang kekasih bigung mau menulis apa yang indah untuk di utarakan dan akhirnya dengan perjuangan sekeranjang sampah kertas terbuang karena mengulangi kata – kata indah nan menyentuh sehinga tepat untuk diutarakan supaya kekasih bisa tersanjung bahagia, dalam mengurai makna tulisan mempesona .
TMG .2.5.2021
TAGUR 75
Biodata
DesniAzira, mempunyai nama asli DESNAINI .S.Pd.I, Penulis kelahiran
Padang 12 -12-1975. Saat ini berdomisili di Temanggung Jawa Tengah
Aktivitas lain menyukai dunia anak ,serta founder Lembaga PAUD
TERPADU HEBAT sekaligus sebagai pendidik dan pengelola.
Alamat Email :
**(censored)**
**(censored)**
WA : **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan