SIHIJAU MENGIRIT KANTONG RAMAH LINGKUNGAN SEJAHTERAKAN KEHIDUPAN
SMKRLSK ( T 100 )
Mengenang waktu itu pada tanggal 18 Maret 2020 awal datangnya si wabah covid di tanah air ini, sangat ramai di perbincangkan sehingga setiap wilayahpun di lockdown, termasuk di daerah tempat tinggalku, dan anak - anak yang bersekolah dari tingkat paud hingga fakultas pun di liburkan untuk beraktivitas. Takut terdampak oleh wabah virus yang mematikan, ya si virus tersebut sangat menakutkan menjadi momok yang melemahkan imun dan iman kita , mendengarkan ceritanya virus tersebut dapat mematikan dalam waktu yang relatif singkat, Apalagi yang memiliki riwayat penyakit bawaan (Kormobit), Hal tersebut terbukti awal virus itu berkembang di tanah air ini seorang teman suamiku terserang virus si covid -19 tersebut dalam waktu 5 hari langsung berpulang ke rahmatullah begitu cepat membuat kami tidak percaya atas keadaan ini, tak disangkakan ia pergi begitu cepat di bawa oleh si covid19, kini ia sedang merajalela entah sampai kapan akan hengkang di dunia ini. Tidak hanya di desaku yang mati ketakutan dengan virus tersebut namun seluruh dunia menutup diri takut akan kehadirannya , maka di perlakukanlah PSBB dengan prokes ( protokol kesehatan yang sangat ketat). Sehingga sudah dua kali lebaran idul fitri kami sekeluarga tidak berkumpul dengan sanak saudara, ekonomi pun ikut porak poranda karenanya. Sebenarnya kami mengelola sebuah lembaga yang bergerak di bidang layanan jasa pendidikan anak usia dini dengan layanan Fullday di sebut juga "Daycare" dengan 10 karyawan dan tenaga pendidik yang kami bina tak dapat lagi kami pertahankan karena kami tak mampu lagi membayar upah untuk mereka seperti sebelum wabah ini membatasi ruang gerak kita, terpaksalah kami melakukan pengurangan tenaga pendidik, saat ini tinggal 3 orang yang bertahan untuk melayani pendidikan visit home dan PJJ dan ada juga beberapa orang tua yang minta layanan PTM. Kondisi peserta didik di lembaga kami menurun drastis sehingga sedikit menganggu keuangan lembaga. Sudah hampir 1 .5 tahun virus ini membatasi ruang gerak kita semua sehingga tidak banyak hal yang dapat kita lakukan untuk pemulihan ekonomi keluarga, jenuh dan bosan pun melanda kita semuanya. Hanya doa yang dapat kita kita pinttakan semoga Allah Swt cepat memberantasnya.
Untuk mengurangi rasa jenuh ini, kami melakukan kegiatan positif setidaknya dapat menyenangkan hati, meneduhkan jiwa dan juga ramah lingkungan dengan hijaunya, selain itu dapat membantu mengurangi pengeluarkan keuangan keluarga. Di samping itu bisa juga menjadi pemasukan dan pendapatan kalau serius menekuni dan menjalankannya . Kami melakukan uji coba belajar memanfaatkan pekarangan kami yang sangat sempit untuk budayakan bertani hidroponik menanam sayur mayur untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Awalnya kami menggunakan botol aqua bekas yang di taruh di atas kolam ikan lele yang lebarnya 45 Cm dan panjangnya 2.5 M dan Alhamdulillah berhasil selain kami nikmati juga dapat berbagi dengan tetangga. Dan beberapa bulan kemudian Pak Rt meminjamkan kami media hdroponik yang di peroleh dari kelurahan, kami pun memanfaatkan media tersebut yang akhirnya sangat memberikan bantuan pada keluarga, sehingga dapat mengurangi pengeluaran keluarga sehingga sayur yang kami konsumsi tidak perlu merogoh kocek lagi untuk mendapatkannya. bahkan ada beberapa tetangga yang ingin membeli sayur tersebut di samping rasanya enak dan gurih dan tidak perlu mengeluarkan transport untuk kepasar membeli sayur , Ya di bilang lumayanlah dapat mensejahterakan dapur tetap mengepul.
Desnaini.S.Pd.I Terlahir di Kota Padang Sumatra Barat pada 12 Desember 1975,Seorang Pengelola Paud sekaligus ibu rumah tangga yang memiliki hobi membaca, memasak dan suka berselancar di dunia maya . Penyuka masakan pedas dan gurih. Saat ini sedang belajar menulis kisah - kisah sekitar kehidupan nyata untuk dapat di jadikan pembelajaran hidup bagi pembaca dengan harapan dapat mengambil hal positif dari uraian kisah tersebut.
Media sosial penulis :
Facebook : Desniazira Dapur Putri Minang
Paud Terpadu Hebat
IG :
Paud Terpadu Hebat
Dapur Putri Minang
WA : **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
