Desnaini .S.Pd.I

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MEMBANGUN  INTERAKSI DAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI PERMAINAN MOTORIK
Terlihat mereka sedang bermain, namun mereka sedang bekerja sama membangun kesepakatan bergotong royong dalam menyelesaikan masalah yang sedang mereka hadapi saat bermain

MEMBANGUN INTERAKSI DAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI PERMAINAN MOTORIK

Melihat keceriaan mereka saat bermain bersama mencari pengalaman baru, penuh dengan rasa bahagia merupakan sesuatu yang tak ternilai, karena memang seharusnya bermain sambil belajar itu menghadirkan rasa bahagia dalam hati mereka. Bermain bahagia merupakan wadah pembelajan yang sangat di perlukan dalam berkreatifitas. Tak ubahnya seperti manusia dewasa jika merasakan bahagia maka semuanya terasa indah dan mudah di lewati. Begitu juga dengan mereka kebahagian terpancar di raut wajahnya saat mereka memulai bermain kepingan geometri bersama teman sebaya untuk mengasah kreatifitas dan imajinasinya.

Bermain bagi mereka merupakan wadah atau sarana untuk mengembangkan diri berinteraksi sosial dengan lingkungan teman sebaya. Permaianan motorik dapat membantu pertumbuhan anak dalam mengembangkan berbagai keterampilan diantaranya keterampilan berbahasa atau literasi, cara mengelola emosi dalam interaksi sosial, matematika, sain dan tak kalah penting adalah dalam setiap permainan yang dilakukan anak di terapkan kesepakatan yang ditanamkan lewat nilai - nilai agama berupa adap dan akhlak yang memuat nilai - nilai karakter islami yang terkandung dalam Pancasila yang terdapat dalam kurikulum merdeka belajar.

Berdasarkan pengalaman bermain dan belajar mendampingi anak usia dini sejak tahun 2003 - hinga saat ini kurang lebih hampir 21 tahun , dan beberapa kali ganti kurikulum yang membuat bigung sebagian pendidik yang di sibukkan oleh administrasi yang menyita waktu, saya selalu berusaha melakukan pendekatan pembelajaran bermain sambil belajar bersama anak usia dini dengan permaianan mengasikkan yang dapat mengasah pertumbuhan motorik halus anak di fase fondasi ini yang dapat di kolaborasikan dalam kegiatan bermain belajar sesuai tumbuh kembang dan diterapkan dalam kurikulum merdeka belajar memuat P3 (Profil Pelajar pancasila) yang berisikan nilai Ketuhanan (Nilai Norma dan Agama), Kemandirian, Kebhinekaan, Kreatifitas, dan literasi yang meliputi bahasa , berhitung atau matematika, sains dan tehnelogi mengajak anak untuk lebih kritis , kreatif , komunikatif dan kolaboratif.

Jenis Permainan Motorik ini dapat di integrasikan dalam sestiap perkembangan dan pembahasan topik bagi anak di fase Fondasi tersebut diantaranya sebagai berikut:

Anak usia 2- 3 tahun dapat kita lakukan dengan tehnik meremas yaitu Bermain ampas kelapa basah, Memetik daun kembang sepatu yang memiliki lendir untuk diremas dan disaring airnya , Meremas kertas, Bermain Plastisin dll. Permainan dengan teknik meremas sangat bermanfaat bagi anak sebagai sarana melatih perkembangan motrik halusnya mempersiapkan mereka dalam kegiatan pembelajaran pra menulis. Anak usia 3 - 4 tahun dapat kita lakukan dengan teknik melukis dengan jari atau finger painting yaitu dengan menggunakan media ampas kelapa kering, pasir, pewarna makanan, tepung, sebagai sarana melatih anak dalam berkreasi mengenal bentuk huruf dan angka sambil bermain. Anak usia 4-5 tahun dapat kita lakukan dengan teknik Memegang Pensil warna untuk berkreasi corat coret di kertas semaunya, menyusun balok atau kepingan geometri dan Puzzle , membuka dan menutup tutup botol, kretifitas menabur dan menempel menggunakan teknik media ampas kelapa kering yang sudah diwarnai untuk membuat kreatifitas seni yang mereka ciptakan. Bermain Balok sangat bermanfaat bagi anak usia 5-6 tahun yang sudah memiliki daya imajinasi yang lebih dari usia di bawahnya. Bermain dengan teknik 4M ( Melipat, Mengunting,menempel dan Menganyam ) dengan media kertas lipat berwarna.

Di sela kesibukkan mengasuh, mendidik dan membina mereka ada hikmah yang dapat saya petik untuk berbagi pengalaman saat bermain dan belajar membersamai bertumbuh dan berkembangnya mereka bersama kami di lembaga. Pembelajaran fase pondasi itu membutuhkan proses yang memakan waktu, menguras energi hal yang terberat dalam pendidikan anak di fase fondasi ini adalah membangun rasa percaya diri serta kemandiriannya, yang mana pendidik harus memiliki kesabaran diatas rata - rata dan kemampuan multi tasking yang cerdas dalam segala hal .

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post