Desnaini .S.Pd.I

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
T02.BAB 1. MENJADI GURU WIYATA
“Tidak semua perjuangan langsung dihargai, tapi semua proses pasti membentuk diri.”

T02.BAB 1. MENJADI GURU WIYATA

“Menjadi Guru Wiyata di Tengah Keterbatasan”

Saya tidak pernah membayangkan perjalanan hidup ini akan membawa saya menjadi seorang guru wiyata. Berawal dari keinginan sederhana, saya hanya ingin mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat selepas saya risign dari pekerjaan karena  korban PHK  pada tahun 2000. Namun, semakin lama saya melihat banyak anak-anak di sekitar yang belum mendapatkan pendidikan layak sesuai tumbuh kembangnya, hati saya mulai tergerak.

Di tengah keadaan yang serba terbatas, saya sadar bahwa pendidikan bukan hanya tentang gedung mewah atau fasilitas lengkap. Pendidikan adalah tentang hadirnya seseorang yang peduli, yang mau mendengar, membimbing, dan membersamai anak-anak agar mereka tetap memiliki harapan untuk masa depan.

Menjadi guru wiyata bukan perjalanan yang mudah. Kadang lelah datang ketika tenaga dan pikiran terkuras, sementara hasil yang terlihat belum seberapa. Ada hari-hari ketika harus bertahan dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan, membagi waktu antara kebutuhan keluarga dan tanggung jawab mendidik. Namun setiap kali melihat anak-anak mulai berani membaca, percaya diri berbicara, atau tersenyum saat memahami pelajaran, di situlah saya merasa perjuangan ini tidak sia-sia.

Saya percaya, anak-anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak meskipun lahir dari keluarga sederhana. Mereka tidak boleh kehilangan kesempatan hanya karena keadaan. Dari keyakinan itulah saya terus melangkah, sedikit demi sedikit membangun ruang belajar yang nyaman, penuh kasih, dan mampu mendukung pertumbuhan mereka.

Perjalanan ini mengajarkan saya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berbuat baik. Justru dari keterbatasan, lahir ketulusan, perjuangan, dan harapan besar untuk masa depan generasi penerus. Saya mungkin hanya seorang guru wiyata,  yang waktu itu  belum memiliki sertifikat pendidikan maupun ijazah yang liniear, semua hanya diawali keinginan yang kuat untuk mengisi waktu kosong yang bermanfaat,  setelah melihat kondisi pendidikan anak usia dini waktu itu terlintas di benak  saya ingin menjadi bagian kecil dari perubahan besar dalam kehidupan anak-anak Karena bagi saya, pendidikan terbaik bukan sekadar mengajar pelajaran, tetapi menghadirkan harapan di tengah keterbatasan.

Temanggung 140526 Tagur02

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post