T05. BAB 2.TITIK BANGKIT ' Kekecewaan Mengubah Cara Berpikirku'
Dari Luka Menjadi Langkah
Sebelum mampu mendirikan yayasan mandiri, aku pernah menjadi guru wiyata bakti di sebuah lembaga selama kurang lebih sembilan tahun. Bertahun-tahun aku mengabdi, belajar memahami dunia pendidikan, dan berusaha menjadi guru yang layak untuk anak-anak didikku.
Namun perjalanan itu tidak semudah yang orang lihat.
Ketika tuntutan administrasi dan kedinasan mengharuskan guru untuk melanjutkan pendidikan agar dianggap profesional, aku justru sedang berada di titik terpuruk secara ekonomi. Keadaan rumah tangga belum stabil, penghasilan belum tetap, bahkan dukungan dari orang terdekat pun tak sepenuhnya hadir.
Lembaga tempatku mengabdi pun berlepas tangan terhadap biaya pendidikan yang harus kutanggung sendiri. Saat itu aku merasa begitu kecil. Ingin maju, tapi keadaan seperti menahan langkahku. Ingin berkembang, tapi seolah berjalan sendirian tanpa pegangan.
Malam-malam panjang menjadi saksi bagaimana aku duduk sendiri, menangis dalam diam, berbicara lirih pada Rabbku. Ada rasa kecewa yang begitu dalam, terutama ketika sedang membutuhkan pertolongan namun tak ada tangan yang benar-benar menggenggam dan menguatkan. Rasa sakit itu sulit dijelaskan, menusuk hingga ke ruang renungan hati paling sunyi.
Tetapi dari titik itulah aku mulai belajar.
Aku sadar, tidak semua perjuangan akan ditemani. Tidak semua luka harus diceritakan agar dimengerti orang lain. Kadang Allah membiarkan seseorang berjalan sendiri agar ia menemukan kekuatan yang selama ini tersembunyi dalam dirinya.
Dari rasa kecewa itu, aku mulai mengubah pola pikir.
Aku berhenti menunggu diselamatkan keadaan. Aku memilih untuk kuat. Aku memilih nekat memperjuangkan masa depanku sendiri. Sedikit demi sedikit aku merintis, belajar bertahan, hingga akhirnya keyakinan itu tumbuh menjadi jalan baru dalam hidupku.
Aku mulai berpikir, jika terus menunggu keadaan berubah mengharap bantuan orang lain untuk bisa menolong saya , kemungkinan saya tidak akan pernah melangkah. Maka saya memulai mengambil langkah apaun risikonya saya siapkan diri. Saya yakin saya punya Allah yang Maha Kaya tidak akan membiarkan saya terpuruk karena saya selalu merintis memohon pertolongan padanya.Akhirnya pencapaian yang luar biasa melalui perjuangan tak biasa itu dapat saya takhlukkan pada tahun 2009 , dari D3 PGPAUD menjadi Sarjana Pendidikan Agama Islam dengan Alasan saya mau mendidik anak sejak dini dengan pondasi Agama dan gelar S.Pd,I itu melekat sampai sekarang.
Temanggung 160526 Tagur05

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
