T01. Dari Guru Wiyata Menjadi Pendiri Yayasan
Saya pernah berdiri di depan kelas dengan gaji yang tak cukup memenuhi kebutuhan hidup. Sebagai guru wiyata, saya mengajar dengan penuh ketulusan meski sering dipandang sebelah mata. Namun diam-diam, ia menyimpan mimpi besar untuk membangun tempat belajar yang lebih bermakna. Memang betul, tidak semua perjuangan di mulai dari tempat yang nyaman . Bahkan lelahpun sering di pendam sendiri.
Hari demi hari dilalui dengan perjuangan. Mengajar, menabung, membangun relasi, hingga jatuh bangun menghadapi keterbatasan. Banyak yang meragukan langkah yang saya tempuh, tetapi saya percaya bahwa pendidikan harus diperjuangkan, bukan hanya dikeluhkan. Menjadi guru wiyata mengajarkan saya bahwa mengabdi tidak slalu di hargai dengan kemewahan , akan tetapi disitulah hati ditempa untuk menjadi lebih kuat.
Dari perjalanan kecil itulah, perlahan tumbuh menjadi mimpi besar,Bertahun-tahun kemudian, mimpi itu akhirnya berdiri nyata menjadi sebuah yayasan pendidikan. Dari seorang guru wiyata yang sederhana, hal ini menjadi alasan saya pada banyak anak dan orang disekitar saya , tetap memiliki harapan untuk belajar dan meraih masa depan. Yang lebih cerah .
Temanggung 130526 Tagur01
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
