T11.DUKUNGAN KELUARGA
Dukungan Keluarga Di balik perjalanan itu, tentu tidak semua berjalan mulus. Awalnya keluarga saya, terutama suami, kurang setuju jika rumah tempat tinggal kami dijadikan tempat pendidikan anak-anak. Beliau memiliki banyak pertimbangan dan alasan. Wajar memang, karena rumah yang semula tenang perlahan menjadi ramai setiap hari. Tetapi saat itu saya sedikit “ngeyel” demi mempertahankan mimpi yang saya yakini baik. Saya terus membujuk beliau dengan pelan. “Yang penting sudah izin. Anggap saja ini kegiatan sosial supaya saya tidak kesepian. InsyaAllah ini juga menjadi amal dan bermanfaat untuk dunia akhirat kita.” Pelan-pelan hati suami mulai luluh. Beliau akhirnya mendukung dan bahkan saya libatkan menjadi pengurus dalam yayasan yang saya dirikan. Dari situlah akhirnya terbentuk yayasan dan lembaga mandiri sesuai impian yang sejak lama saya simpan dalam hati. Saya belajar bahwa membangun lembaga bukan hanya tentang gedung atau administrasi. Tetapi tentang keberanian memulai, ketulusan melayani, dan kesabaran menjaga kepercayaan masyarakat sedikit demi sedikit hingga akhirnya tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
