Antara Skeptis atau Apatis?
Dunia pendidikan adalah dunia kita, para pendidik anak bangsa. Mau tidak mau, suka tidak suka, diakui atau tidak, begitulah adanya. Di tengah banyaknya permasalahan yang menimpa dunia pendidikan saat ini, muncul satu pertanyaan mendasar, bagaimanakah peran kita dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah?
Sebagai orang tua di madrasah, kita tentu saja tidak boleh mulai melupakan dan meninggalkan tugas utama kita. Kita adalah pendidik, role model anak. Tentu tidak dimungkiri bahwa posisi pendidik saat ini ibarat makan buah simalakama, dimakan bapak akan mati, tak dimakan ibu yang mati. Ketika kita mencoba untuk menyadarkan anak bahwa perbuatannya salah, terkadang orang tua anak tidak menerima dan melaporkan pendidik pada polisi. Akan tetapi, bila tidak diingatkan, perilaku anak yang salah tersebut akan membawa keburukan bagi dunia sekitarnya, yaitu bagi teman-temannya yang pada akhirnya akan membawa pada keburukan pada lingkungan yang lebih luas.
Lantas, apakah kita hanya diam saja melihat hal tersebut? Tentu saja tidak. Ada banyak cara yang dapat dilakukan yang tentu saja berisiko kecil bagi keselamatan pendidik. Kembali pada bahwa pendidik adalah role model anak di madrasah. Mari kita lihat, apakah kita telah berpakaian yang mencerminkan kesopanan? Apakah kita mampu mengontrol amarah ketika murid bertingkah? Apakah kita telah mencoba mengubah kebiasaan pembelajaran yang membosankan menjadi sedikit menyenangkan? Apakah kita sudah mencoba memahami dan memberi toleransi atas perilaku murid? Dan banyak apakah-apakah lainnya yang perlu kita lihat kembali dari kita, Sang pendidik anak bangsa.
Setelah itu, mari kita menanyakan hal yang paling sulit untuk diakui. Ketika kita merasa "menyerah" untuk melayani murid, tanyakan pada nurani, apakah itu karena skeptis atau sebenarnya adalah apatis? Karena sejatinya, antara skeptis dengan apatis ibarat dua sisi mata uang. Terlihat sama, tetapi sejatinya berbeda.
***
Hari ke-3 belajar menulis opini
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
