Chiki Kesayanganku
Bernostalgia kita ulang bernostalgia
.....
Sebaris lagu tempo dulu mengingatkan saya pada kenangan masa kecil. Sekitar '90an ketika saya masih duduk di bangku SD. Hmm... ada banyak hal yang sulit untuk dijelaskan. Ada banyaknrasa yang tak mampu diungkapkan.
Chiki, begitu namanya. Bukan nama orang, melainkan nama sebuah jajan. Saat berumur sekitar 8 tahunan, saya sering melihat jajan itu tergantung di toko terbesar di desa saya. Toko Syafaat. Saya hanya mampu memandangnya tiap belanja di toko itu karena disuruh ibu. Hingga saya MTs pun belum pernah merasakan jajan tersebut.
Kemarin, tetiba suami saya pulang sambil membawa satu tas penuh jajanan anak-anak dan taraaa... terlihatlah Chiki tersebut. Spontan hati saya rasanya teriris... Seketika ingatan melayang pada masa 35 tahun yang lalu. Ketika Si Kecil saya bertanya mengapa saya terdiam sambil memandang dan memegang Chiki tersebut? Sambil terharu saya ceritakan kisah Chiki tersebut. Si Kecil yang memiliki hati sangat lembut pun seketika memeluk saya dan berkata, "Ibuk maem saja sekarang, biar Ibuk tahu rasanya Chiki."
Saya hanya mampu menahan haru dan rasa tak mampu menjawab karena maksud saya adalah kenangan tentang Chiki tersebut. Tapi bukan berarti saya belum pernah memakannya hingga umur 45 tahun ini, hiksss....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
