Jeruk Rp 20.000, 00
Setelah motor terparkir, Pak Su mengulurkan kresek hitam itu padaku. Kuambil tanpa kata. Aku hanya mengamati bentuknya yang seperti membawa bejolan-benjolan kecil. Setelah kubuka isinya, terlihatlah glundungan jeruk manis berukuran sebesar bola pingpong. Kecil sekali? Ya benar, sangat kecil dan jumlahnya banyak. Ketika kutaruh di wadah besek, isinya sangat munjung.
"Jeruk dari mana ini?" tanyaku
"Beli di pinggir jalan."
"Ya pastilah itu. Kalau di tengah jalan bisa tertabrak kendaraan nanti."
Pak Su hanya diam sambil bibirnya manyun beberapa senti. Dalam hatiku berkata, Nah bener kan? Buat apa coba beli jeruk kecil yang mau membuka saja susah. Kuhela napas santai, tidak berat. Aku sudah terbiasa dengan kerandoman-nya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
