Lebih memilih mana, keteladanan atau gertakan?
Setiap selesai salat Magrib, anak-anak selalu saya wajibkan untuk mengaji Al-Qur'an walau hanya satu halaman. Itu adalah ajaran utama sejak mereka semua beranjak balita. Mulai dari mengaji Iqra' hingga sekarang mampu mengaji Al-Qur'an. Bahkan, setiap Ramadhan mereka wajib khatam satu kali. Bagiamana bisa? Harus bisa karena ketika Ramadhan biasanya tugas sekolah ataupun tugas kuliah sedikit lebih ringan. Maka, sisa waktu gunakan untuk mengaji. Tidak peduli pagi, siang atau malam. Bahkan sebelum sahur pun tidak masalah. Sampailah kebiasaan tersebut pada tahun ini, tahun 2026. Kami tetap melakukan kebiasaan tersebut. Alhamdulillah, meskipun saya tidak di rumah, anak-anak tetap mengaji setiap selesai salat Magrib.
Bagaimana awal mula saya membangun kebiasaan ini?
Dahulu, ketika saya masih berstatus anak, Bapak saya memiliki hobi mengaji. Setiap saat ada waktu luang, beliau selalu mengaji. Anehnya, Bapak tidak pernah memaksa kami untuk mengaji. Beliau hanya menyuruh kami belajar ngaji di sebuah langgar. Kalau sekarang mungkin istilahnya adalah sekolah di Madrasah Diniyah. Waktu terus berlalu, hingga tanpa saya sadari, habit yang dibentuk Bapak saya juga kebiasaan nderes ngaji yang beliau lakukan telah menjadi sebuah teladan nyata bagi kami, anak-anaknya.
Ternyata, keteladanan benarlah yang utama. Perkataan saja tanpa diiringi tindakan adalah omong kosong belaka. Keteladanan saja sering tidak digubris, apalagi bila hanya dengan sebuah perintah atau gertakan? Lalu, apa yang kita harapkan?
***
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
