Menantang Maut
Tendang tiap kata yang keluar darinya
Cakar wajahnya dengan mata
Menatap garang,
menggaung dalam diam.
Muak rasa dalam dada tak tertahankan
memuncakkan pada rasa nyalang api dalam dada
Tapi tak mampu mengungkapkan dalam kata
hanya menatap dalam nanar,
meski hati bingar,
laksana pasar,
ada komedi putar.
Bilakah raga mampu bertahan?
Bilakah jiwa mampu tak menjadi gila?
Mungkin,
jika jiwa tak lagi ada rasa.
mati dalam genggaman rasa penguasa,
dalam diam,
semua meradang.
******
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
