Dewi Zulin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menantang Maut

Menantang Maut

Tendang tiap kata yang keluar darinya

Cakar wajahnya dengan mata

Menatap garang,

menggaung dalam diam.

Muak rasa dalam dada tak tertahankan

memuncakkan pada rasa nyalang api dalam dada

Tapi tak mampu mengungkapkan dalam kata

hanya menatap dalam nanar,

meski hati bingar,

laksana pasar,

ada komedi putar.

Bilakah raga mampu bertahan?

Bilakah jiwa mampu tak menjadi gila?

Mungkin,

jika jiwa tak lagi ada rasa.

mati dalam genggaman rasa penguasa,

dalam diam,

semua meradang.

******

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post