Menjadi Tetangga yang Baik atau Buruk? Mana Pilihan Kita?
Berbicara mengenai tetangga tentu akan menjadi banyak cabang pembahasannya. Tidak hanya sebatas perkara tetangga baik atau pun tetangga tidak baik. Ada hak dan kewajiban yang seharusnya dilakukan ketika kita bertetangga. Sayangnya, hampir 90% manusia hanya mampu memahami hal ini sebagai sebuah teori tanpa praktik nyata.
Islam telah jelas memberikan banyak ilmu berkaitan dengan "bertetangga". Adab yang seharusnya dilakukan oleh setiap manusia tanpa peduli apakah tetangga kita ini beragama Islam atau tidak. Karena sejatinya adab bertetangga masuk pada ranah hablum minannas, berbuat baik pada sesama manusia.
Menurut Imam Al-Ghazali (dalam NU Online) ada 12 adab dalam bertentangga. Adab tersebut adalah 1) Mendahului salam/ menyapa; 2) Membatasi obrolan untuk menghindari ghibah; 3) Tidak banyak bertanya urusan pribadi; 4) Menjenguk ketika sakit; 5) Berbela sungkawa; 6) Bergembira saat mendapat nikmat; 7) Berbicara lembut kepada anak dan pembantunya; 8) Memaafkan keslaahannya; 9) Menegur dengan halus; 10) Menundukkan pandangan kepada istri/ suaminya; 11) Menolong saat diperlukan; dan 12) Tidak memandang pemantunya secara berlebihan.
Dari paparan di atas, kita dapat menentukan pilihan apakah akan menjadi tetangga yang baik ataukah hanya memiliki ilmu tentang bertetangga yang baik? Mari kita sama-sama merenungkan!
***
Hari ke-2 belajar menulis opini
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
