Pilihan bukan Prioritas Ke-2
Sabtu lagi, hari terus bergulir tanpa kita sadari. Bagi yang memiliki libur di hari Sabtu dan Minggu, kedatangan hari Jumat pastilah menjadi hari yang paling membahagiakan. Bagaimana dengan saya yang libur di hari Jumat dan justru memulai "Senin" pada hari Sabtu? Tentu saja, keresahan yang pernah saya tulis beberapa waktu yang lalu telah menjawabnya.
Sabtu kali ini ada yang berbeda dari aktivitas saya. Jika biasanya saya mengajar TKA bahasa Indonesia Lanjut, Sabtu ini saya mendapat tambahan tugas mengajar ekstrakurikuler cabang baru, yaitu Jurnalistik. Bumm. . . belum selesai keluh kesah saya tentang pilihan bukan prioritas, ini datang lagi pilihan bukan prioritas yang ke-2. Wakakakaka. . . Ups.
Madrasah tempat saya mengajar memiliki kebijakan khusus berkaitan dengan kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini dikarenakan murid dapat memilih dua ekstra yang berbeda. Ada kelas ekstra 1 untuk anak-anak berbakat dan ada kelas ekstra 2 untuk anak-anak yang berminat dan mungkin belum memiliki bakat. Kalau dianalisis tentu saja ini tujuan yang sangat mulia karena madrasah akhirnya benar-benar menjadi jembatan bagi bakat dan minat para murid. Akan tetapi, bagaimana dengan para guru yang hanya memiliki ekstra di kelas 2? Dan inilah yang terjadi pada saya. Cabang baru di madrasah yang ditawarkan pada murid berada di kelas 2 sehingga dapat disimpulkan bahwa kelas tersebut berisi anak-anak yang berminat saja. Bumm. . . plot twist yang ke-2 bagi saya berkaitan dengan pekerjaan.
Memulai kegiatan baru dengan situasi yang sudah tergambar di awal terkadang membuat kita menjadi enggan melangkah. Dalam dua hari, saya terus berpikir mengapa tahun ajaran baru ini benar-benar menguji keilmuan saya yang sangat pas-pasan ini? Duh Gustii, mugi paringi lancar. Akan tetapi, saya tidak pernah putus asa atau pun patah semangat. Saya pun bertekad membawa para murid tidak berbakat ini menuju kesuksesan menjadi penulis nonfiksi. Karena dari yang saya baca, bakat hanya memengaruhi sebesar 20% bagi kesuksesan dalam menulis. Hal itu memang benar karena sejatinya menulis adalah suatu keterampilan. Jadi, bismillah mari kita mulai lagi menjadi tutor Jurnalistik meskipun ekstra ini adalah pilihan bukan prioritas.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
