Dewi Zulin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Seleksi Ekstra Cabang Daiyah
sumber gambar:https://id.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210ID1641G0&p=gambar+animasi+murid+dan+guru+sedang+seleksi+dai

Seleksi Ekstra Cabang Daiyah

Hari Kamis tanggal 20 Agustus 2026 adalah hari pelaksanaan seleksi bidang seni. Saya pun ikut menjadi salah satu penyeleksi pada cabang daiyah dengan pendaftar berjumlah 111 anak. Wow, hati saya pun berdendang ingin kuteriak, hatiku melawan (kalau Anda tahu lagu ini, ketebak kan berapa umurnya, hehehe). La terus, kenapa saya mau ikut nyeleksi? Karena saya adalah pembimbing cabang itu, bila tidak ya mana mau saya pusing-pusing nyeleksi, Wakakaaka. . . .

Dikarenakan banyaknya peminat, saya pun meminta kepada panitia seleksi untuk mengajak satu orang guru dalam menyeleksi. Alhamdulillah, disetujui. Sungguh tak terbayang bagaimana saya harus menghadapi 111 anak sendirian bila tiada yang menemani. Akhirnya, kami pun membagi peserta seleksi menjadi dua kelas dengan masing-masing kelas berjumlah 54 dan 55. Loh, kok jumlahnya hanya 109? Entahlah, seperti itulah data dari panitia pada akhirnya. Mungkin panitia telah lelah, asal jangan 10+6=17. Wakakaka. . . Ups.

Tepat pukul 9.45 WIB, kami pun menuju ruang seleksi. Lah kok sepi? Krik krik krik. . . Hanya ada 13 anak, sedangkan ruang yang satunya ada 15 anak. Setelah saya tahu jawabannya sungguh miris hati saya, kata mereka, teman-temannya tidak mau ikut seleksi karena ketika memilih cabang daiyah, mereka hanya klik pilihan tanpa berniat mengikuti. Kaget lagi saya dengan jawaban selanjutnya bahwa mereka memang diwajibkan memilih 3 cabang ekstra dari tiga jenis ekstra, yaitu bidang olah raga, olimpiade, dan seni ini. Loh, bagaimana ini? belum kebingungan saya terjawab, notif di grup WAG pun terus menerus berbunyi. Pas saya buka, lah ternyata sama saja di cabang lain pun sedikit sekali yang datang. Cabang desain grafis misalnya, dari 196 pendaftar hanya datang 7 anak. Wakakakak. . . Apa-apaan ini?

Semakin banyak notif, semakin banyak pergulatan pendapat di dalamnya. Lama-lama saya pusing membaca grup. Akhirnya, saya pun segera memulai seleksi pada 13 anak yang hadir. Sambil memperhatikan anak-anak menyampaikan teks dakwah mereka satu per satu, pikiran saya terus berkelana. Ya begini jadinya kalau suatu kegiatan terlalu dipaksakan. Ide dari mana juga bahwa setiap anak harus memilih satu cabang dari tiga jenis ekstra? La kalau memang mereka tidak berminat, mana mau berangkat? Bahkan masih seleksi saja lebih memilih tidur di asrama meskipun alpa taruhannya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post