Dewi Zulin

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Suara Kiyik Tengah Malam
sumber gambar dari gogle

Suara Kiyik Tengah Malam

Sudah beberapa malam ini selalu terdengar suara anak ayam kiyak kiyik. Aku yang terbiasa tidur pukul 21.00 WIB, beberapa malam ini harus lembur. Setiap mulai menuju tengah malam, di mana suara kendaraan tak lagi terdengar ramai, kiyik ayam itu pun mulai jelas di telinga. Awalnya aku mencoba cuek, paling juga hilang sendiri 'ntar, pikirku. Namun, aku salah. Semakin sepi keadaan, semakin jelas suaranya.

Malam ini, genap hari ke-3 aku lembur. Tuntutan pekerjaan yang seolah tak ada habisnya membuatku tak punya pilihan selain mengerjakannya hingga larut. Pukul 23.49 WIB, kulirik jam di ujung bawah laptopku. Dan entah mengapa, tetiba terlintas di pikiranku tentang kiyik anak ayam, pasti sebentar lagi bunyi. Dan benar saja, suara anak ayam itu kembali. Seketika aku merinding mengingat malam ini adalah malam Jumat. Berbagai mitos tentang suara anak ayam pun berkeliaran di otakku. Tepat ketika aku sedang mengembalikan keaadaan agar baik-baik saja, "brakkkk!" terdengar suara sesuatu jatuh di atas seng dapur. Segera kututup laptop dan ngibrit menuju kamar. Di bawah selimut pun aku tetap bernapas pelan-pelan, seolah takut ada yang mendengar.

Entah bagaimana dan jam berapa hingga akhirnya aku tertidur tadi malam. Begitu mataku terbuka, aku masih meringkuk di bawah selimut dengan kaki menekuk. Duh kaku semua rasanya badan. Jam 05.00 pagi. Kutegakkan badanku, lalu bersandar di dinding kamar. Samar kiyik anak ayam itu masih terdengar. Duh, bisa gila kalau terus begini. Segera ambil ponsel dan kuketik pesan ke nomor Mbak Dara, tetangga kamarrku. "Mbak, sudah beberapa malam ini aku denger suara kiyik anak ayam. Padahal nggak ada ayam kan, lawong ini deretan kamar kost." Tak berselang lama, balasan kuterima. "Eh iya An, maaf ya kalau kiyik itu ngganggu kamu. Ini Andra minta dibelikan anak ayam warna-warni." Aku masih tak percaya. "Ditaruh di mana anak ayam itu, Mbak? Kan tiap hari aku lewat depan kamar mbak Dara. Masak iya ditaruh dalam kamar, apa nggak takut sama kotorannya?" Dan balasan Mbak Dara membuatku shok. "Itu, kugantung di depan kamar." Lah, ternyata yang digantung itu bukan burung, melainkan anak ayam. ada-ada ae sih mbak. Kalau begitu, suara yang jatuh di atas seng dapur itu, suara apa dong? batinku merinding.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post