Amanah pada Sebuah Jabatan
Menilik berita yang bersliweran tentang Ketua PBNU terpilih, hati saya bergetar kala melihat siapa yang terpilih. Wah, luar biasa. Tentu bukan karena saya ingin menjilat, melainkan kenyataan yang patut diapresiasi. Saya bukan orang yang paham tentang seluk beluk ke-NU-an meskipun almarhum bapak adalah seorang pengurus cabang Nahdlatul Ulama. Bukan karena tidak mau, tetapi bapak berpesan "jangan ikut-ikutan, lebih baik hiduplah dalam bagian ahlusunnah wal jamaah." Ketika itu saya tentu tidak paham apa maksud almarhum bapak.
Jabatan memang menggiurkan, tetapi risiko untuk dapat menjalankan sebuah amanah tentu sangat menakutkan. Dibutuhkan keberanian dan mental yang luar biasa untuk menjadi seorang ketua. Karena setiap keputusan yang dibuat akan dipertanggungjawabkan hingga akhirat nanti. Sebenarnya, setiap dari diri kita akan dimintai pertanggungjawaban, tidak hanya seorang ketua saja. Namun, terlepas dari itu, menjadi seorang ketua tentu memiliki tanggung jawab yang lebih besar. Semoga ketua umum PBNU terpilih benar-benar dapat mengayomi bagi semua pihak. Amin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
