Mau Apa Cantik atau Pintar?
Pintar dan cantik tentunya bukanlah sesuatu yang dapat dibandingkan atau disejajarkan dalam hal pemilihan. Akan tetapi, bukankah kita memang sering membandingkan sesuatu yang tidak sebanding? Ketika ada anak yang suka jajan, kita akan bertanya, mau pintar atau mau jadi tukang jajan? Padahal, bila perut lapar maka otak akan membeku alias tak mampu berpikir.
Pembahasan tentang cantik tentunya sangat menarik bagi para remaja. Mereka rela melakukan apa saja demi mendapatkan pengakuan "cantik". Pengakuan ini pun tidak harus dari seorang laki-laki, tetapi kepuasan diri ketika becermin cukuplah sudah. Akibatnya, banyak remaja yang rela melakukan apa pun demi terlihat cantik. Apakah ini salah? Tentu saja tidak selama masih dalam batas koridor yang aman.
Permasalahan yang timbul adalah apakah yang mereka lakukan untuk menjadi cantik itu sudah aman? Nah, di sinilah peran semua pihak dibutuhkan. Tidak hanya dari guru yang mengingatkan, tetapi juga dari orang tua. Perhatikan apa yang mereka pakai. Pastikan aman dan tidak membahayakan kulit mereka. Karena sejatinya, cantik adalah investasi masa tua. Cantik dalam artian kulit yang bersih dan bebas dari kuman, bukan yang putih glowing tapi menggerogoti kesehatan pelan-pelan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan