Gelisah Seorang Ibu
Malam ini Putri panas anak ketiga dari Rita. Padahal sudah minum Parasetamol pada pukul 19.00 wib selesai makan malam tadi. Rita berprasangka buruk apalagi di situasi pandemi Covid-19. Orang yang terpapar Covid-19 semakin bertambah mendekati 1 juta. Rita gelisah sudah dua malam Putri panas dan belum juga turun. Rita mengurut putri cantiknya. Rita berpikir entah terlalu capai putriku ini. Setelah mengurutnya Rita membelah kelapa muda untuk diberikan kepada Putri. Rita memaksa untuk menghabiskannya.
Setelah minum air kelapa muda terasa enak badan Putri dan berkata kepada Rita “Napasku tidak terasa panas lagi mama”. Rita sangat kuatir dan gelisah bagaimana nanti malam. Rita teringat dengan sahabatnya di Jakarta seorang dokter dan langsung berwhatsapp. Rita bertanya ”Selamat malam Dokter. Putri anak gadis saya. Suhu badannya 38,8oC. Sudah saya berikan Parasetamol 500 mgr. Minta tolong tuliskan resepnya menunggu esok pagi di bawah ke Dokter ”. Dokter bertanya "Di lingkungan sekitar rumah ada yang terpapar Covid-19?" Rita "Tidak ada Dokter". Dokter “ Berapa umur Putri dan berat badannya ?” Rita “13 tahun dan 50 kg”. Dokter “Berikan Paracetamol 500 mgr sebanyak 3 x 1 tablet, Amoxilin 500 mgr sebanyak 3 x 1 tablet dan vitamin B komplek sebanyak 1 x 1 tablet”. Rita “Terima kasih Dokter, maaf saya menganggu karena sudah larut malam “ Dokter “ Tidak apa-apa, kebetulan saya sedang membaca buku”. Rita membuka kotak obatnya mencari Paracetamol , Amoxilin dan Vitamin B komplek. Ternyata Amoxilin dan Vitamin B komplek tidak ada. Rita bertanya melalui telepon dengan teman guru yang ada di sekitar rumah Rita. Ternyata telepon Rita tidak ada yang mengangkat. Hal ini sudah malam dan tidur. Pukul menunjukkan 22.30 wib. Rita melihat Putri sudah tertidur lelap sejak diurut dan minum air kelapa muda.
Putra bungsu Rita meminta bundanya untuk tidur sudah larut malam. Rita berdoa kepada Sang Pencipta memberikan kesehatan kepada Putri dan menjauhkan dari penyakit berbahaya serta panasnya segera turun. Pukul 3.00 wib dini hari Rita terbangun. Rita melihat Putri di kamar dan menjama keningnya. Panas belum juga turun. Rita langsung memberikan Paracetamol dengan segelas air hangat. Putri meminumnya kemudian tidur kembali. Rita sangat kuatir dan gelisah. Rita berdoa dan memohon kepada Sang Pencipta untuk melindungi dan menyembuhkan Putri. Pukul 05.15 wib Rita terbangun. Rita langsung berolah raga lari-lari kecil mengelilingi halaman depan rumah sebanyak 10 kali. Badan terasa segar dan enak. Sebelum menuju ke dapur Rita melihat Putri dan menjama keningnya. Terasa tidak panas. Rita bersyukur kepada Sang Pencipta suhu badan Putri tidak panas lagi. Rita berharap semakin membaik Putri. Penulis menyarankan setiap saat menyediakan di kotak obat di rumah seperti Paracetamol 500 mg, Amoxilin 500 mg, Vitamin B komplek, Vitamin C, masker, handsanitizer, minyak kayu putih dan tissu basah. Hal-hal seperti inilah yang sangat dasar disediakan di rumah. Sebelum kita menghubungi dokter untuk memeriksakan kelanjutan sakit dari putra-putri kita. Terutama kepada para Ibu. Jadilah Ibu yang bijak untuk keluarganya sendiri.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
