Khayalan Belaka
Pagi ini anak bungsu bernama Aanju sedang tidur lelap. Seperti biasa membangunnya untuk berangkat ke sekolah. Aanju mengambek dan berkata”Tidak sekolah ! libur”. Rita “Sekolah nak ! Senin sampai Rabu.” Aanju bersikeras tidak mau sekolah. Rita memukul pahanya dengan ikat pinggang sekali saja dengan pelan. Jika Rita sudah memukul, Aanju mengerti mamanya marah . Aanju tetap tidak ingin sekolah.Rita membujuk “Oh ya nak , pulang sekolah tidak usah les sambil menuntun putranya ke kamar mandi” Aanju segera ke kamar mandi. Rita mempersiapkan pakaian bebas dan bekal makanan ke sekolah. Setelah itu lanjut sarapan pagi. Selesai sarapan pagi Rita mempersiapkan buku. Ternyata jadwal Senin. Buku pelajarannya Selasa. Rita “Mama salah memasukkan bukunya ya nak?” Aanju “Ya ma, tidak usah diganti buku pelajarannya. Setelah selesai dipersiapkan semua. Aanju minta diantar ke sekolah pukul 7.30 wib. Rita melihat whatsapp grup orang tua kelas VI . Ruangan yang akan dipakai belajar sudah disemprot desinfektan. Rita memasukkan tas Aanju tissue basa, hand sanitizer dan masker.
Pukul 17.00 wib Aanju pulang les. Aanju langsung mandi dan mengganti pakaiannya. Aanju beristirahat dan menikmati makanan kecilnya. Pukul 19.00 wib sambil makan malam Rita menasehati Aanju. Seandainya tidak sekolah bagaimana bisa membuat pesawat terbang. Cita-cita Aanju membuat pesawat terbang. Tetapi hobinya selalu bermain game. Bagaimana membawa mama naik pesawat buatan Aanju ke Amerika atau kota lainnya. Rita "Pesawat seperti apanya nak dibuat nanti”. Aanju “Pesawatnya mempunyai parasut ma !. Seandainya jatuh ke bawah berkembang parasutnya”. Rita “ Oh ya nak, setelah pesawat take of Pramugari memperagakan cara menggunakan pelampung dan menggunakan pernapasan” Aanju “Bagaimana ya ma, seandainya pelampung itu terus dipakai. Bukan pada saat darurat saja. Setelah pesawat landing di bandara tujuan. Baju pelampung dibuka dan disimpan ke tempatnya. Rita juga mengkhayal seandainya putranya bisa membuat pesawat. Rita usul kepada putranya diciptakan mesin pelacak handphone. Di dalam pesawat terdapat penumpang memakai headset mendengar musik dari handphone. Seandaiya ada alat yang memeriksa penumpang yang menyalakan handphone selama di udara. Alat ini berbunyi dan segera di larang. Rita berbicara kepada putranya mengkhayal membuat pesawat.
Rita sekeluarga selesai makan malam dan membiarkan putranya beristirahat. Rita tidak memaksakan untuk belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini pembelajaran luring di pandemi Covid-19 tidak terlalu dipaksakan. Pembelajaran luring persiapan peserta didik kelas VI. Selama pandemi ini Aanju tidak pernah belajar serius dan bertanggung jawab terhadap tugas sekolah. Dengan persetujuan dan rapat orang tua serta melaksanakan protokol kesehatan Rita menyetujui belajar di sekolah dengan dibagi menjadi dua ruangan. Terus terang Aanju sejak pandemi bermain game tanpa melihat waktu. Jika 3 hari luring berarti lupa bermain game. Aanju serius belajar. Rita mengamati dua hari ini sejak luring di sekolah. Anju baru menyadari dirinya kelas VI bahwa dia harus mempersiapkan dirinya untuk ujian akhir dari gurunya. Sebab tahun ini ujian nasional dan ujian sekolah ditiadakan diganti dengan asesment nasional yang akan diadakan tahun 2021 untuk kelas V SD. Peserta didik kelas VI ujian dari guru mata pelajaran atau guru kelas. Cerita ini adalah khayalan Aanju silahkan contoh nilai positifnya dan tinggalkan nilai negatifnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
