Djuni Posma Rouli,S.Pd., M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kenangan Menulis Tiga Tahun Silam
Streptokokus Kisah Perjuangan Melawan Demam Rematik

Kenangan Menulis Tiga Tahun Silam

Saat itu Pelatihan Menulis Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) di Fakultas Psikologi USU Medan Provinsi Sumatera Utara.Tepatnya 17-18 Februari 2018.Setelah pelatihan dibimbing selama 1 bulan sebelum naik cetak.Pengalaman pahit dan manis untuk dapat menerbitkan buku tunggal pertama kali selama menjadi Guru.Tidak seperti membalikkan tangan.Buku tunggal pertama Penulis yang terbit cetakan pertama Juli 2018 adalah jenis Faksi (jenis tulisan perpaduan fakta dan fiksi).Judul buku tunggal Penulis yang pertama “Streptokokus Kisah Perjuangan Melawan Demam Rematik”

Penulis ingin memaparkan bagaimana indahnya pengalaman menulis buku.Kenangan yang tak pernah terlupakan.Pertama kalinya tahu cara membuat buku dari prosedur sampai menjadi buku.Mulai mendapatkan ide sampai menulis memperoleh pembimbingan satu bulan.Tulisan yang sudah selesai diterima editor untuk dikoreksi. Setelah dikoreksi tulisan kembali ke penulis.Terakhir naik cetak ke penerbit Pustaka Media Guru.Penulis terus terang buku tunggal pertama kurang mantap.Alasannya pada saat itu penulis tidak tahu tata bahasa yang baku dan baik.Penulis tidak tahu menggunakan komputer secara maksimal. Penulis hanya tahu mengetik saja.Penulis kurang menguasai digital terutama google workspace. Penulis kurang paham membuat cover buku, kata pengantar, prakata, membuat daftar isi dan menyisipkan gambar dengan baik.Terus terang penulis berpikir yang penting terketikkan tulisan sebanyak 50 halaman.Jika sudah ada 50 halaman beserta gambar dan lampiran sudah bisa dijadikan buku.Padahal pada saat konsultasi pertama dengan editor buku.Sang editor menyuruh merapikan tulisan Penulis. Setelah dilihat dan dibaca. Editor kurang semangat memeriksa buku penulis.Sang editor mengatakan tulisan dalam buku tersebut tulisannya rapat semua.Penulis tidak tahu apa maksudnya tulisannya rapat.Rupanya tulisannya panjang tidak ada titik. Tulisannya koma terus.Setelah titik tidak diawali huruf besar.Spasi tulisan tidak satu setengah.Gaya bahasa dalam tulisanpun kurang baik dan baku.

Sang editor mengembalikan tulisan Penulis begitu saja.Tulisan yang penulis tulis 50 halaman yang dikirim ke editor dikembalikan tanpa coretan. Penulis mengatakan di grup whatsapp mana rapat tulisan Penulis.Kenapa tidak dikoreksi atau dicoretin.Seharusnya Penulis menulis di google document sehingga ada kolaborasi editor dan penulis. Serta ada komentar dari editor dan penulis jika menggunakan gooogle document. Sang editor mengatakan susah mengeditnya karena rapat.Akhirnya sang editor menyerahkan tulisan Penulis kepada editor lain. Atau kemungkinan editor tugasnya menumpuk memeriksa tulisan-tulisan dari penulis lain.Sang editor tidak dapat mengedit buku penulis.Akhirnya sang editor yang bersedia mengedit buku pertama Penulis adalah Siti Mugi Rahayu.Buku pertama Penulis agak lama di kembalikan ya karena tadi tulisannya masih mentah semua.Akhirnya tulisan yang telah di edit oleh sang editor dikembalikan kepada Penulis. Penulis memeriksa karya tulisannya.Jika oke maka tulisan tersebut naik cetak.Penulis memeriksa tulisannya diantaranya salah huruf.Salah cetak.Ternyata koreksi kedua oleh Siti Mugi Rahayu sangat baik tidak ada kesalahan.Penulis menyetujui bukunya naik cetak.Inilah kenangan indah saat pertama kalinya menghasilkan buku tunggal.Saran dari penulis menulis buku itu mudah asalkan kita menguasai digital khususnya google workspace seperti google document sehingga dapat berkolaborasi.Berkat Pustaka Media Guru buku pertama penulis dapat terbit walaupun penulis belum dapat meraih best seller dan kembali modal.Yang terpenting Penulis sudah menghasilkan Satu Guru Satu Buku (Sagusabu) dan dapat menulis yang terbaik.Penulis bangga dapat menulis buku dari sama sekali tidak tahu menjadi penulis hebat berkat bimbingan dan arahan dari Media Guru Indonesia.Penulis mengajak pembaca untuk bergabung di blog gurusiana.Sambil berlatih menulis dapat menerbitkan buku dari tulisan yang di tulis setiap hari.Dengan blog gurusiana dan faceook Media Guru Indonesia setiap induvidu dapat mengikuti pelatihan menulis dari Media Guru Indonesia.Penulis mengajak para pembaca jadilah penulis hebat di Media Guru Indonesia.

PROFIL

Djuni Posma Rouli, S.Pd lahir di Medan , 23 Juni 1969, pendidikan S-1/A-IV Kimia dari Universitas Cenderawasih tahun 1995, menikah dengan Rikkar Simanjunjak, S.Pd dan dikaruniai 2 putra, 2 putri dan 1 orang cucu yang ganteng. Bunda ini mengajar sejak 1997 di SMKN 4 Jayapura sampai 2004. Sejak 2004 sampai sekarang aktif mengajar di SMAN 1 Silaen.WA/Telepon : **(censored)**Silahkan kirim surat melalui **(censored)**.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post