Ecohouse (Rumah Ramah Lingkungan)
Halaman rumah tempat tinggal sehari-hari yang awalnya gersang menjadi terbuka hijau. Bagaimana caranya, disini penulis ingin berbagi pengalaman. Awalnya tidak suka dengan tanaman hias. Jika membudidayakan tanaman hias akan menambah pekerjaan di rumah. Setiap hari harus menyiramnya dan memberikan pupuk. Pandemi Covid-19 mengubah yang tidak hobi budidaya tanaman hias menjadi kolektor tanaman hias.
Awalnya melihat sahabat-sahabat guru meminta bibit tanaman hias dari sahabat guru lain. Kadang berpikir apakah bibit tanaman hias tersebut ditanam dan dipelihara. Sempatnya ibu Guru menyiramnya. Penulis melihat sahabat Guru di rumahnya tanaman hiasnya cantik-cantik di halaman rumah. Sejak pandemi Covid-19 dimana-mana demam membudidayakan tanaman hias. Penulis juga berubah menjadi pencinta tanaman hias disebabkan setiap berkunjung ke rumah sahabat rumah penuh dengan tanaman hias dan melihat kawan meminta anakaan bibit tanamanan, penulis tidak mau kalah dan menggali hobi terpedam memelihara tanaman hias. Penulis ikut meminta anakan bibit tanaman hias.
Penulis berpikir seandainya ikut membudidayakan tanaman hias. Rumah yang tampak gersang, kurang indah, kurang bagus dan berubah menjadi rumah menarik jika ditanami tanaman hias. Rumah akan tampak ramah lingkungan. Biarpun rumah kita kurang menarik jika di hiasi dengan tanaman hias akan tampak seperti rumah mewah seperti yang ada di kota-kota besar. Udara di halaman rumah terasa segar. Pikiran akan segar dengan melihat tanaman hias yang indah. Seseorang berhasil membudidayakan tanaman hias , pasti orangnya sabar, disiplin, dan hobi dengan keindahan.
Awal 1997 penulis di tempatkan pertama kali mengajar di SMKN 4 Jayapura. Sekolah tersebut mempunyai empat jurusan yaitu pertanian, peternakan, perikanan dan mekanisasi pertanian. Jurusan pertanian diajarkan membudidaya tanaman hias. Penulis banyak belajar dari Sekolah Pertanian. Bapak dan Ibu Guru tinggal di lingkungan kompleks sekolah berpola asrama. Para Guru membudidayakan tanaman hias dan sangat cantik tanaman hiasnya. Pupuk diperoleh dari kotoran peternakan ayam potong. Penulis pernah meminta tanaman hias dari salah satu guru di kompleks. Guru tersebut memberikan anakan bibit sebesar jari kelingking. Saat itu penulis heran dan binggung bagaimana caranya tanaman hias ini tumbuh jika diberikan anakannya sebesar jari kelingking. Ibu Susan “Jika Ibu Djuni bisa membudidayakan anakan bibit tanaman hias sebesar jari kelingking ini, berarti ibu memang hobi terhadap tanaman hias”. Kalimat ini selalu teringat, sehingga jika anda meminta tanaman hias dari seseorang dan diberikan bibit anakan yang kecil, tidak usah heran. Janganlah mengganggap sahabat kita pelit. Pemberi tanaman hias sangat mencintai tanaman hias yang dibudidayakannya. Peminta tanaman hias sedang diujikan apakah pencinta tanaman hias sanggup memelihara dan menggembang biakkannya.

Pesan ibu Susan waktu di SMKN 4 Jayapura masa lalu telah dibuktikan Penulis sejak lima belas bulan yang lalu di pandemi Covid-19. Penulis berhasil membudidayakan tanaman hias. Rumah menjadi cantik dan kaya dengan sumber Oksigen. Penulis sebagai Guru harus mampu memberikan contoh bagaimana menggubah rumah yang gersang menjadi rumah ramah lingkungan. Sayangilah tanaman yang kita pelihara berikan rasa cinta. Rajin menyiramnya minimal dua hari sekali,dengan demikian telah memberikan perkembang biaknya tanaman hias dengan baik. Tanaman hias akan memberikan keindahan. Disamping hobi menanam tanaman hias, sifat kita sebagai kaum wanita diuji kesabaran dan rasa keindahan. Salah satunya sabarkah kita memelihara dan menjaganya. Budidaya tanaman hias mendatangkan pertambahan nilai pendapatan rumah tangga dan membantu perekonomian rumah tangga. Disamping sumber oksigen pada lingkungan rumah kita, tanaman hias menyerap racun yang ada di sekeliling rumah salah satunya tanaman hias lidah mertua. Penulis mengajak pembaca untuk mencintai tanaman hias wujudkan rumah ramah lingkungan.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
