Pemanfaatan Teknologi dan Kecerdasan Artifisial Dalam Pembelajaran Kimia di SMAN 1 Silaen
Penulis mengajar mata pelajaran Kimia sejak 1997, sejak pengangkatan CPNS di Koya Barat Papua. Pembelajaran Kimia di sekolah saat itu menggunakan Kurikulum Revisi 1994. Sejak tahun tersebut kurikulumpun mengalami perubahan terus menjadi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) 2004, lalu kurikulum KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006), lalu berkembang menjadi kurikulum 2013 (K-13) serta kurikulum merdeka/prototipe 2022. Kurikulum 2013 adalah kurikulum pengembangan karakter sesuai profil pelajar Pancasila (P5 = Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang terdiri dari beberapa dimensi diantaranya (1) beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, (2) berkebhinekaan global dan bergotong royong, (3) mandiri, (4) bernalar kritis, dan (5) kreatif, serta kurikulum pembelajaran mendalam (deep learning) 2025. Pada kurikulum mpembelajaran mendalam serta ditambahnya mata pelajaran ‘koding dan kecerdasan artifisial (coding and AI). Pembelajaran mendalam adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman kosep secara penuh melalui proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Sehingga dengan ditambahnya mata pelajaran coding and AI siswa harus mempelajari dan memahami pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial pada pembelajaran kimia di SMAN 1 Silaen. Pendekatan pembelajaran mendalam berlandaskan pada tiga prinsip Utama : pembelajaran harus berlangsung secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan secara khusus harus dirancang untuk mendukung pencapai delapan dimensi profil lulusan yang komprehensif, meliputi aspek keimanan, kewargaan , penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan dan komunikasi. Untuk mewujudkan hal ini, pembelajaran mendalam diimplementasikan melalui praktik pedagogis yang progresif, penciptaan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, serta pemanfaatan kolaborasi digital yang efektif. Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (KA) menjadi kunci dalam inovasi pembelajaran, terutama dalam mendukung personalisasi materi belajar, asessmen adaftif, dan pemberian umpan balik otomatis. Berbagai aplikasi telah digunakan untuk tujuan ini, seperti Co-Pilott, Gemini, Chat GPT, Canva, Quizizz, Kahoot, Labstar, Scratch, dan Minecraft Education. Integrasi media digital dan KA ini memungkinkan penggabungan yang mulus ke dalam model pembelajaran berbasis proyek, berbasis masalah, atau berbasis permainan, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih dinamis
Pembelajaran Kimia adalah proses interaktif untuk memahami sifat, struktur, dan perubahan materi serta energi yang menyertainya. Strategi pembelajaran kimia ini biar efektif menggunakan: (1) pendekatan kontekstual yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari melalui eksperimen dan media interaktif, (2) pembelajaran berbasis proyek (project based learning), memecahkan masalah melalui praktek, (3) multirepresentasi makroskopis dan sub-mikroskopis melalui visualisasi molekul dan simbolik. Pembelajaran kimia dapat dipahami terutama strategi multirepresentasi dengan menggunakan kecerdasan artifisial (AI) diantaranya yang sering digunakan pada pembelajaran kimia di SMAN 1 Silaen adalah (1) pembuatan infografis dan komik kimia berbantuan AI menggunakan Canva Magic Design, (2) asessmen pembelajaran kimia menggunakan quizizz, dan (3) platform ChatGPT (memecahkan masalah kimia, menjelaskan konsep yang sulit dan menyelesaikan soal). Pada penggunaan platform ChatGPT Guru dan Siswa mempertanggung jawabkannya dan diuji kebenarannya, jangan langsung dikutip tetapi harus di cek pada beberapa literatur perpustakaan, ChatGPT sebagai alat bantu.Penggunaan AI dalam dalam pembelajaran kimia menjadi lebih efisisen dan efektif pada saat kita menggajarkannya pada peserta didik di kelas.
Pada pembelajaran kimia mengunakan AI peserta didik menggunakan alat bantu media elektronik (gawai/gadget) di antaranya computer, laptop, tablet dan handphone android dan smartwatch. Dan sesuai surat edaran Menteri pendidikan dasar dan menengah Republik Indonesia nomor 18 Tahun 2026 tertanggal 13 Juli 2026 tentang pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan. Pemakaian gawai di satuan pendidikan untuk membentuk budaya digital yang sehat, aman, bijaksana dan bertanggung jawab serta mengoptimalkan penggunaan teknologi digital terutama AI harus mendukung pembelajaran kimia. Oleh karena itu penulis berbagi informasi bagaimana penggunaan teknologi digital atau AI dalam pembelajaran kimia, terutama peranan gadget untuk mendukung pembelajaran kimia dengan adanya ruang murid Berdasarkan uraian di atas bagaimana pelaksanaan pembelajaran kimia di sekolah dengan melaksanakan surat edaran tersebut untuk membatasi penggunaan AI dalam pembelajaran kimia untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah (1) bagaimana kita memberikan pendampingan pada saat pemakaian gadget (handphone android) pada siswa tidak mengganggu pembelajaran, sesuai karakteristik pembelajaran dan dibuat POS (prosedur operasional standar pemakaian gadget di satuan pendidikan, (2)memanfaatkan panduan literasi digital untuk orang tua di platform rumah pendidikan dan (3)satuan pendidikan memfasilitasi sosialisasi, pembinaan, pendampingan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pembatasan penggunaan gawai, dan (4) berbagai pengalaman praktik, gagasan inovatif dalam meningkatkan mutu pembelajaran kimia dengan memanfaatkan sumber belajar digital. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada buku atau materi cetak, tetapi juga mencakup berbagai platform digital dan teknologi yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan yang tren teknologi saat ini kecerdasan artifisial yang kita memanfaatkan dalam pembelajaran
Berikut adalah contoh penggunaan AI Canva pada materi struktur atom, bagaimana Guru menggambarkan struktur atom Nitrogen, Untuk mendapatkan gambar struktur atom buatlah promt (perintah atau instruksi tertulis yang diberikan kepada sistem kecerdasan buatan (AI) atau komputer untuk menghasilkan jawaban, data, atau tindakan tertentu.
Contoh :
Prompt Di Canva: Buatkan gambar struktur atom Nitogen dengan nomor massa 14 nomor atom 7 yang di dalam inti atomnya terdapa 7 proton dan 7 neutron dengan di kelilingi 2 elektron pada kulit k, kulit L terdapat 4 elektron

AI Canva memberikan gambar struktur atom mudah dipelajari peserta didik , dengan teknologi digital dan kecerdasn buatan pembelajaran kimia lebih mudah dipahami dan dimengerti.
2.1.Proses Pembelajaran Struktur AtomMateri ini diajarkan di kelas X fase E, saat menjelaskan materi ini capaian pembelajaran (CP) adalah peserta didik memiliki kemampuan memahami konsep mol dan stoikiometri dalam menyelesaikan perhitungan kimia.Tujuan pembelajarannya memahami konsep mol dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri). Alur tujuan pembelajarannya (ATP) menganalisis proses terjadinya ikatan kimia dari unsur-unsur pembentuknya dan implikasinya terhadap sifat-sifat fisik senyawa yang dihasilkan. Capaian pembelajaran , Tujuan pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran ini kita peroleh dari rumah pendidikan terdiri dari sembilan ruang yaitu ruang GTK, ruang murid, ruang sekolah, ruang Bahasa, ruang pemerintah, ruang mitra, ruang public dan ruang orang tua. Guru menggunakan ruang GTK maka akan kita peroleh perangkat ajar, CP/ATP, ide praktik, bukti karya, video inspirasi, asesmen. Inspirasi pembelajaran ini kita sesuaikan dengan materi yang kita ajarkan. Login ruang GTK dengan menggunakan akun belajar.id. Peserta didik menggunakan ruang murid layanan yang tersedia sumber belajar, latihan soal dan sumber buku pendidikan. Rumah pendidikan ini memfasilitasi pendidik,murid,orang tua, dan sekolah. Fasilitas sekolah computer kurang mencukupi, papan interaktif digital (PID) Cuma satu. Sehingga Menurut penulis pemakaian gadget pada pembelajaran kimia membantuk dalam pembelajaran kimia walaupun sudah ada surat edaran kemendikdasmen.. Penggunaan teknologi dalam pendidikan kimia diantaranya, mulai dari simulasi interaktif, laboratorium virtual, hingga platform pembelajaran daring, berpotensi meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan daya tarik proses belajar-mengajar.( Nabila Widia Ningrat dkk, 2026)
**(censored)**
Dengan menjelaskan modul ajar dari praktik baik ini, siswa dapat diberikan asessmen pembelajaran dari quizizz. Pada pembuatan asessmen pembelajaran soal asessmen dapat dibuat menjadi lima tipe soal (Djuni Posma Rouli, 2023) yang pertama (1) pernyataan kalimat, option jawaban kalimat, (2) pernyataan kalimat, option jawaban gambar, (3) pernyataan gambar, option jawaban kalimat, (4) pernyataan tabel, option jawaban gambar, (5) pernyataan tabel, option jawaban kalimat. Dengan 5 tipe soal ini hasil evaluasi pembelajaran kimia lebih baik, peserta didik lebih memahami pembelajaran kimia.
**(censored)**
2.2.Pembelajaran Menggunakan Gawai (handphone android)Penggunaan rumah pendidikan seperti ruang GTK untuk guru dan ruang murid dengan gadget tidak melanggar surat edaran Mendikdasmen nomor 18 tahun 2026 pada isi surat edaran 5.a.1.”Pembatasan penggunaan, bukan pelarangan yaitu gawai dibatasi penggunaannnya selama kegiatan belajar dan kegiatan satuan pendidikan berlangsung, namun tetap dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran di bawah pengawasan pendidik” artinya pada saat pembelajaran kimia, materi struktur atom ingin menjelaskan struktur atom seperti apa , dapat kita gunakan handphone android, tablet, laptop, jampintar, computer,papan interaktif digital (PID) untuk menunjukkan struktur atom dari bukti karya yang ada di ruang GTK. Setelah selesai belajar gawai dapat disimpan di lemari yang sudah disediakan atau tempat yang sudah di sepakati. Hal ini berlaku pada peserta didik dan bapak/ibu Guru.Teknologi tetap dibutuhkan , tetapi harus ditempatkan sebagai alat pembelajaran, bukan sebagai penguasa perhatian anak”Pemerintah tidak sedang memusuhi teknologi. Yang ingin dikendalikan ialah penggunaan teknologi yang tidak tepat, tidak proporsional, dan mengganggu proses pendidikan”.(Arif Jamali)
Bagaimana dengan penilaian ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan semester sekitar 4 tahun sudah digunakan CBT (computer based test) menggunakan gadget handphone android. Sejak terbitnya surat edaran apakah diijinkan menggunakan CBT menggunakan gadget atau kembali ke ulangan kertas di print. Penulis berpendapat kembali ke ujian paper (kertas) bagus tetap menggunakan CBTpun bagus. keduanya mempunyai nilai negative dan positif, menggunakan CBT bernilai negative peserta didik dapat membuka tab baru untuk melihat jawaban di google, tetapi jika Guru membuat soal dengan 5 jenis soal di CBT peserta didik mengalami kesulitan mencari jawaban di google. Penggunaan CBT mempunyai nilai positif Guru tidak lagi kesulitan menganalisis soal. Aplikasi CBT sudah menganalisis soal yang dibuat oleh guru. Perlu diketahui selesai peserta didik mengerjakan soal asesmen sekolah dengan menggunakan CBT waktu ujian sudah selesai , maka akun CBT guru mata pelajaran di klik selesai. SE Mendikdasmen tentang pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan bukan pelarangan dan perlu pengawasan dan pembimbingan dari Guru.
penulis menyimpulkan pada pembelajaran di kelas Guru tidak perlu kuatir pembatasan gadget ini, selama Guru mendampingi peserta didik pada saat gawai digunakan pada pembelajaran sesuai isi surat edaran 5.a.1. Pada saat pembelajaran pada satuan pendidikan, hal yang harus diperhatikan
1.Satuan pendidikan bukan tempat mencari nilai tetapi tempat pembentukan karakter, disipilin dan kejujuran
2.Keteladanan Guru di depan kelas saat mengajar tidak menggunakan gadget (Ing Ngarso Sung Tulodo) Di depan memberi teladan atau contoh jadi di kelas Guru dan siswa dilarang memakai gawai. Jika bapak/ibu saat mengajar membuka gadget, berarti Guru tidak memberikan contoh yang baik pada peserta didik.
3.Pada keluarga perlu kita ingatkan 3s (screen time, screen zone, dan screen break) yang artinya “masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa lama anak menatap layar, tetapi oleh seberapa dalam ia memahami pengetahuan dan kehidupan”.
Penulis juga perlu memberikan saran, sejak terbitnya surat edaran mendikdasmen perlu diadakan sosialisasi. Penulis sudah melakukan sosialisasi di satuan pendidikan pada saat pembina upacara tanggal Senin, 20 Juli 2026, saran yang perlu diperhatikan
1.Sosialisasi pembatasan gadget perlu kerjasama dengan pemerintah daerah (desa), satuan pendidikan (di sekolah), pendidik (bapak/ibu guru), tenaga kependidikan (tata usaha di sekolah), orang tua / wali.melalui grup parenting kelas.
2.Sosialisasi 8 ruang yang ada pada rumah pendidikan sepert ruang gtk, ruang murid, ruang sekolah, ruang bahasa, ruang pemerintah, ruang mitra, rusng public dan ruang orang tua, sehingga orang tua paham pembatasan gadget bukan berarti tidak bisa menggunakan gadget. Tetapi penggunaannya secara searah, proporsional (sesuai kebutuhan,tujuan dan karakteristik pembelajaran) dan bertanggung jawab
3.Pembelajaran Kimia dengan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial dengan menggunakan gadget sesuai POS (prosedur operasional standar) diantaranya penggumpulan gadget, penyimpanan gadget, penggunaan terbatas, penggunaan pengecualian . Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial secara bijaksana, aman dan bertanggung jawab
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
