Pembelajaran Memuliakan Guru Transformatif
T. 346
Guru adalah ujung tombak pembelajaran di kelas. Secanggih apapun kurikulum, tidak akan ada maknanya tanpa peran sentral dari guru. Guru bukan hanya seorang yang mampu menfransferkan sebuah ilmu, tetapi guru juga merupakan sosok yang mendidik, memberikan teladan, serta membentuk karakter murid-muridnya. Guru merupakan sosok yang “digugu dan ditiru”.
Peran penting guru dalam pembelajaran tersebut, menuntut guru untuk melakukan transformasi dalam melaksanakan tugasnya. Guru hendaknya dapat mengubah cara mengajarnya agar sesuai dengan kebutuhan belajar murid dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Sehingga guru dapat mempersiapkan para muridnya untuk menghadapai tantangan masa depan yang lebih dinamis. Hal ini akan membuat pembelajaran yang diberikan akan lebih bermakna dan bermanfaat bagi murid-muridnya. Ekosistem pendidikan juga akan tercipta dengan kaya nilai, karakter, dan berbagai inovasi.
Guru yang transformatif akan menjadikan dirinya sebagai pembelajar seumur hidup. Mereka akan berani keluar dari zona nyaman dengan mengadopsi berbagai pendekatan baru, menjadikan murid sebagai pusat pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Akibatnya, guru akan mengubah cara belajar, cara berpikir, serta membentuk karakter murid. Hal ini akan mendorong budaya sekolah yang positif.
Guru dapat mulai berfokus pada pengembangan potensi murid secara holistik dan terpadu. Pembelajaran dilaksanakan dengan saling “memuliakan”. Guru dapat menggunakan prinsip pembelajaran yaitu melalui olah pikir, oleh hati, olah rasa, dan olah raga. Olah pikir dapat digunakan guru untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan bernalar murid. Olah hati dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan spiritual, karakter dan etika murid. Olah rasa dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan emosional dan estetika murid. Olah raga dapat digunakan untuk pengembangan Kesehatan fisik dan kinestetik murid.
Penggunaan berbagai metode pembelajaran yang bervariasi, dapat membimbing murid berpikir tingkat tinggi (kritis, kreatif, dan inovatif). Untuk menangani berbagai perbedaan yang terdapat di kelas, guru dapat menerapkan pembelajaran differensiasi. Sedangkan untuk perbaikan berkelanjutan, guru hendaknya selalu melakukan refleksi diri secara berkelanjutan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan