Petualangan Bentuk Di Taman Ceria (4)
T. 322
Setelah semua anak memiliki dugaan sementara, BuDiah mengajak anak-anak untuk menguji dugaannya tersebut.
“Sekarang,” kata Bu Diah dengan lembut,
“Ibu ingin kalian menguji dugaan dengan melakukan pembuktian. Sehingga mendapatkan jawaban yang sebenarnya.”
Anak-anak saling menatap, lalu mulai berani berbicara.
Rani berkata,
“Menurut saya, papan di pintu taman itu segiempat, Bu. Sisinya ada empat Bu.”
Kemudian Rani menghitung sisi-sisinya,
“satu, dua, tiga, dan empat. Yang panjang ada dua dan yang lebih pendek juga ada dua, Bu.”
“Bila salah satu sisinya rusak, apakah masih disebut sebagai segiempat?” tanya Bu Diah.
“Tidak Bu, karena segiempat cirinya adalah memiliki empat sisi.” jawab Rani.
Bu Diah tersenyum,
“Bagus, Rani. Kamu sudah menyebutkan ciri-cirinya dan melakukan pembuktiannya.”
Andi melanjutkan,
“Menurut saya, atap gazebo itu berbentuk segitiga, Bu. Buktinya memiliki tiga sisi dan ujungnya runcing. Seperti ini Bu.” Kata Andi sambil menunjukkan gambar segitiga.
“Kalau salah satu sisinya Ibu tambah, bagaimana?” tanya Bu Diah.
“Berarti sisinya bertambah dan lebih dari tiga sisi, Bu. Itu namanya bukan segitiga lagi.” jawab Andi.
“Mengapa?” tanya Bu Diah.
“Karena ciri segitiga adalah memiliki tiga sisi dan berbentuk runcing.” jawab Andi.
“Bagus. Ibu senang kamu membuktikannya dengan sangat teliti,” jawab Bu Diah sambil mengacungkan jempolnya.
Siti mengangkat tangan,
“Menurut saya, ubin di jalan itu berbentuk segibanyak, Bu. Buktinya, sisinya ada banyak.” Kata Siti.
Siti kemudian menghitung setiap sisi dari ubin,
“satu, dua, tiga, empat, lima, enam… sisinya ada enam Bu. Lebih dari empat. Jadi namanya segi banyak.”
“Kalau sisinya bertambah jadi delapan, apakah namanya masih segi banyak?” tanya Bu Diah.
“Masih, Bu. Karena segibanyak adalah bengun yang sisinya lebih dari empat.” Jawab Siti.
Bu Diah mengangguk,
“Bagus sekali. Itu pembuktian yang baik.”
Kemudian Budi berkata,
“Menurut saya, kolam di taman itu berbentuk lingkaran, Bu. Karena bentuknya bulat dan tidak punya sudut.”
“Sudutnya banyak, Bu,” kata Nano sambil pengangkat tangannya.
Semua menoleh kepada Nano.
Bu Diah tersenyum sambil berkata,
“Coba Nano, tunjukkan bahwa bangun lingkaran sudutnya banyak.”
Nano berjalan ke tepi kolam sambil menunjukkan pinggiran kolam.
“Ini Bu. Ini kan banyak sudutnya, Bu. Sekeliling lingkaran.” kata Nano.
Bu Diah tersenyum sambil berkata dengan lembut,
“Coba anak-anak, ada yang bisa menerangkan?” tanya Bu Diah.
Budi mengangkat tangannya,
“Saya, Bu.”
“Silahkan Budi.” jawab Bu Diah.
“Teman-teman, pinggiran lingkaran tidak disebut sudut, karena bentuknya tidak runcing tapi melengkung.” jawab Budi.
“Benarkah anak-anak?” tanya Bu Diah.
“Benar, Bu.” jawab mereka serentak.
“Coba kita perhatikan lagi pinggiran kolam. Coba kemari Nano,” kata Bu Diah.
“Amati kembali apakah pinggirannya berbentu runcing?”
“ Tidak Bu, bulat.” kata Nano.
“Jadi bentuk kolam ini berbentuk apa?” tanya Bu Diah.
“Lingkaran, Bu.” jawab Nano sambil menunduk.
“Apakah ada sudutnya?” tanya Bu Diah kembali.
“Tidak ada, Bu.” jawab Nano. “Saya salah ya, Bu?”
Bu Diah tersenyum,
“Nano dalam belajar dan melakukan pembuktian, kita boleh salah. Tetapi harus mau untuk memperbaikinya berdasarkan bukti yang ada.”
Bu Diah menutup tahap ini dengan berkata,
“Kalian hebat karena berani menyampaikan dugaan dan kita telah menguji dugaan dengan pembuktian secara bersama-sama.”
Anak-anak pun semakin percaya diri dan siap melanjutkan kegiatan belajar.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan