Taman Ceria dari Bangun Datar (1)
T, 334
Pagi itu, halaman sekolah tampak cerah. Burung-burung berkicau, dan angin sepoi-sepoi membuat suasana belajar terasa menyenangkan. Pak Rahmat membawa sebuah kotak besar ke tengah taman sekolah.
“Anak-anak, hari ini kita akan belajar Matematika di luar kelas,” kata Pak Rahmat sambil tersenyum.
“Wah, asyik!” seru anak-anak bersamaan.
Pak Rahmat membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat banyak potongan bangun datar berwarna-warni: persegi, persegi panjang, segitiga, dan setengah lingkaran.
“Pak Rahmat ingin membuat berbagai macam taman dari bangun-bangun ini,” ujar Pak Rahmat. “Setiap taman akan memiliki bentuk yang unik dan indah.”
Rita mendekat dan memegang sebuah segitiga. “Pak, apakah kita bisa membuat taman seperti bintang atau bunga?”
“Bisa sekali,” jawab Pak Rahmat. “Asalkan kalian bisa menyusunnya dari bangun-bangun datar ini.”
“Wah, seperti menyusun puzzle!” seru Rita.
Bimo tersenyum. “Berarti kita seperti arsitek taman, ya, Pak?”
“Betul,” kata Pak Rahmat. “Tapi ada satu tantangan: bagaimana cara menyusun bangun-bangun ini supaya menjadi taman yang rapi dan menyatu?”
Anak-anak pun mulai berpikir. Mereka tahu bahwa hari itu mereka akan memecahkan sebuah masalah yang seru.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan