Dr. Atikah Sari, M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Taman Ceria Dari Bangun Datar (7)

T. 341

Anak-anak masih memperhatikan taman yang telah mereka susun. Wajah mereka tampak puas melihat bangun-bangun datar yang kini membentuk satu kesatuan yang indah.

Pak Rahmat bertepuk tangan pelan. “Anak-anak, Pak Rahmat sangat bangga. Kalian tidak hanya menyusun bangun datar, tetapi juga berpikir, berdiskusi, dan memperbaiki kesalahan bersama.”

Rita tersenyum. “Awalnya kami bingung, Pak, karena semua ingin memakai bentuk yang berbeda.”

Bimo mengangguk. “Iya, kami bahkan sempat berdebat soal belah ketupat dan trapesium.”

Pak Rahmat tersenyum hangat. “Dan itu tidak apa-apa. Dalam pemecahan masalah, perbedaan pendapat justru membantu kita menemukan solusi yang lebih baik.”

Sinta berkata pelan, “Sekarang saya tahu, kalau susunan tidak pas, kita bisa mengubahnya, bukan menyerah.”

Dika menambahkan, “Dan ternyata semua bangun, walaupun berbeda, bisa bekerja sama membentuk berbagai taman cantik.”

Pak Rahmat menatap mereka dengan bangga. “Itulah pelajaran hari ini. Seperti bangun datar yang kalian susun, kalian juga belajar bekerja sama untuk membentuk hasil yang lebih baik.”

Anak-anak pun tersenyum. Mereka tidak hanya belajar tentang komposisi bangun datar, tetapi juga tentang kerja sama, mencoba, dan tidak takut salah.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post