Taman Kelas Tiga dan Bentuk-Bentuk Ajaib (4)
T. 330
Setelah semua kelompok selesai menarik garis dan memperbaiki hasilnya, Bu Rara meminta anak-anak meletakkan pensil mereka. Kelas menjadi lebih tenang. Di papan tulis, terlihat beberapa gambar taman yang sudah terpecah menjadi bagian-bagian sederhana.
“Sekarang, mari kita lihat hasil kerja kalian,” kata Bu Rara sambil mengangkat satu gambar.
“Siapa yang bisa menjelaskan, bangun apa saja yang membentuk taman ini?”
Rani mengangkat tangan dengan percaya diri.
“Bangun taman itu terdiri dari satu persegi panjang, satu setengah lingkaran, dan satu segitiga, Bu.”
Bu Rara mengangguk.
“Apakah semua kelompok mendapatkan hasil yang sama?”
“Iya, Bu,” jawab anak-anak serempak.
Tomi lalu berkata,
“Awalnya aku salah, Bu. Aku menarik garis sembarangan, jadi bentuknya tidak jelas.”
Bu Rara tersenyum hangat.
“Itu tidak apa-apa, Tomi. Dari kesalahan, kita belajar.”
“Andi, apa yang kamu pelajari hari ini?” tanya Bu Rara.
Andi menjawab pelan tapi yakin,
“Kita harus melihat ciri bangunnya dulu, Bu, sebelum menarik garis.”
Bu Rara melanjutkan,
“Apa yang bisa kita simpulkan hari ini?”
Rani menjawab,
“Satu bangun besar bisa dipecah menjadi beberapa bangun datar sederhana.”
Bu Rara menuliskan kalimat tersebut di papan tulis dan mengajak para murid membacanya bersama-sama:
Satu bangun datar besar dapat diuraikan menjadi beberapa bangun datar sederhana.
Tomi menambahkan,
“Dengan memecah bangun, kita jadi lebih mudah mengenali bentuknya.”
Bu Rara tersenyum bangga.
“Hebat! Itulah yang disebut dekomposisi bangun datar.”
Bu Rara menutup pelajaran dengan berkata,
“Hari ini kalian sudah belajar menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan dan percobaan. Itulah cara berpikir yang baik dalam matematika.”
Anak-anak tersenyum bangga. Mereka merasa berhasil memahami sesuatu yang awalnya terlihat sulit.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan