Literasi Kelas 5 SD Memperkuat Nalar Kritis dan Kemandirian Belajar
T. 389

Kemampuan literasi di sekolah dasar tidak berhenti pada kemampuan membaca lancar atau memahami teks sederhana. Memasuki kelas 5 SD, literasi memiliki peran yang semakin penting karena murid mulai dihadapkan pada materi pelajaran yang lebih kompleks, teks yang lebih panjang, serta tuntutan berpikir yang lebih tinggi. Pada tahap ini, literasi tidak hanya berfungsi sebagai kemampuan membaca, tetapi sebagai alat untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi dalam berbagai situasi pembelajaran. Selain itu, murid juga diarahkan untuk dapat menulis reflektif dan persiapan ANBK. Oleh karena itu, penguatan literasi di kelas 5 SD menjadi langkah strategis untuk menyiapkan murid menghadapi kelas akhir sekolah dasar dan jenjang pendidikan berikutnya.
Hasil studi Programme for International Student Assessment (PISA) Dalam laporan PISA 2022, menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih perlu ditingkatkan. Banyak siswa Indonesia masih berada pada level membaca dasar, yaitu mampu menemukan informasi tersurat tetapi belum kuat dalam menafsirkan, mengevaluasi, dan menghubungkan informasi dari berbagai sumber. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran literasi di sekolah dasar harus diarahkan pada penguatan pemahaman mendalam dan kemampuan berpikir kritis, terutama pada kelas tinggi seperti kelas 5.
Penelitian tentang pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di sekolah dasar menunjukkan bahwa kegiatan literasi yang dilakukan secara terencana dapat meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks secara signifikan. Program membaca yang diikuti dengan kegiatan merangkum, berdiskusi, dan menulis tanggapan terbukti lebih efektif dibandingkan membaca tanpa tindak lanjut. Lingkungan sekolah yang menyediakan bahan bacaan yang beragam, pojok baca di kelas, serta kegiatan membaca rutin juga berpengaruh terhadap meningkatnya minat baca dan kemampuan memahami siswa.
Jika dilihat dari perkembangan kognitif, murid kelas 5 SD berada pada tahap operasional konkret menuju operasional formal menurut teori perkembangan dari Jean Piaget. Pada tahap ini, anak mulai mampu berpikir lebih logis, memahami hubungan sebab-akibat yang lebih kompleks, serta mulai mampu berpikir abstrak secara sederhana. Oleh karena itu, kegiatan literasi di kelas 5 harus mulai melatih murid untuk membandingkan informasi, menarik kesimpulan, memberikan alasan, serta menyampaikan pendapat berdasarkan bacaan.
Penguatan literasi juga sejalan dengan arah kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah melalui Gerakan Literasi Nasional dan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Pembelajaran mendalam menekankan bahwa murid tidak cukup hanya mengetahui, tetapi harus memahami, merefleksi, dan mampu menggunakan pengetahuan dalam konteks yang berbeda. Literasi menjadi fondasi utama untuk mencapai tujuan tersebut karena hampir semua proses belajar membutuhkan kemampuan membaca dan memahami informasi.
Di kelas 5 SD, kegiatan literasi seharusnya tidak hanya terbatas pada membaca buku pelajaran. Guru perlu menghadirkan berbagai jenis teks seperti cerita, artikel ilmiah sederhana, laporan, teks informasi, dan bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Murid perlu dilatih menemukan ide pokok, membuat ringkasan, mengajukan pertanyaan, membandingkan informasi, serta menuliskan pendapat dengan alasan yang jelas. Kegiatan seperti diskusi kelompok, presentasi hasil bacaan, menulis refleksi, dan membuat laporan sederhana sangat efektif untuk melatih kemampuan memahami sekaligus mengembangkan keberanian berpikir.
Selain berpengaruh terhadap kemampuan akademik, literasi juga berperan dalam pembentukan karakter. Melalui membaca, murid belajar memahami sudut pandang orang lain, mengenal nilai-nilai kehidupan, serta melatih ketekunan dan tanggung jawab. Literasi yang dilakukan secara konsisten akan membantu murid menjadi lebih mandiri dalam belajar, tidak selalu bergantung pada penjelasan guru.
Peran guru sangat menentukan dalam mengubah kondisi tersebut. Guru perlu merancang kegiatan literasi yang menuntut murid berpikir, bukan hanya membaca. Pertanyaan terbuka, tugas merangkum, diskusi, serta kegiatan menulis tanggapan dapat membantu murid memahami bacaan secara lebih mendalam. Guru juga perlu menjadi teladan dalam membaca dan menciptakan suasana kelas yang mendorong rasa ingin tahu.
Penguatan literasi di kelas 5 juga harus didukung oleh budaya sekolah. Perpustakaan yang aktif, sudut baca di kelas, pajangan karya murid, serta kegiatan membaca bersama dapat menumbuhkan kebiasaan literasi secara alami. Ketika literasi menjadi budaya, murid akan membaca bukan karena disuruh, tetapi karena membutuhkan.
Pada akhirnya, literasi di kelas 5 SD merupakan tahap penting untuk memperkuat kemampuan memahami, menalar, dan belajar mandiri sebelum murid memasuki kelas 6 sebagai akhir pendidikan dasar. Jika pada tahap ini murid sudah terbiasa membaca dengan pemahaman, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat, maka mereka akan lebih siap menghadapi pelajaran yang lebih sulit pada jenjang berikutnya.
Karena itu, literasi di kelas 5 bukan sekadar program tambahan, melainkan kebutuhan utama dalam pendidikan dasar. Dari kelas inilah kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, dan kesiapan menghadapi masa depan mulai benar-benar terbentuk.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan