Dr. Atikah Sari, M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kolaborasi yang Menentukan Karakter Generasi (1)

T. 458

Pendahuluan

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin sulit dibendung, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik. Fenomena menurunnya sikap disiplin, tanggung jawab, sopan santun, empati, dan kejujuran pada sebagian anak menjadi perhatian bersama. Dalam situasi seperti ini, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah atau keluarga semata. Dibutuhkan kolaborasi yang efektif antara guru dan orang tua agar nilai-nilai karakter dapat tumbuh dan mengakar dalam diri anak.

Guru dan orang tua merupakan figur utama yang menjadi teladan bagi anak. Nilai-nilai baik yang diajarkan di sekolah perlu diperkuat di rumah, dan nilai-nilai baik yang dibiasakan di rumah perlu didukung di sekolah. Tanpa adanya keselarasan antara kedua lingkungan tersebut, murid akan mengalami kebingungan. Sehingga pendidikan karakter akan berjalan kurang optimal.

Pendidikan Karakter sebagai Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan karakter adalah proses menanamkan nilai-nilai moral, etika, dan kebiasaan positif yang tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karakter tidak terbentuk melalui ceramah atau nasihat semata, melainkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan penguatan yang dilakukan secara konsisten.

Di sekolah, guru berupaya menanamkan nilai-nilai seperti religiusitas, integritas, gotong royong, kemandirian, tanggung jawab, dan nasionalisme melalui kegiatan pembelajaran maupun budaya sekolah. Namun, waktu anak di sekolah hanya sebagian kecil dari kehidupannya. Sebagian besar waktu mereka dihabiskan bersama keluarga. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat menentukan dalam memperkuat karakter yang telah ditanamkan di sekolah.

Ketika sekolah mengajarkan kejujuran tetapi anak menyaksikan perilaku yang bertentangan di rumah, pesan moral yang diterima menjadi tidak konsisten. Sebaliknya, jika guru dan orang tua memberikan contoh yang sama, murid akan mudah menerimanya dan proses internalisasi nilai akan berlangsung lebih kuat dan berkelanjutan

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post