Dr. Atikah Sari, M.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Portofolio Menilai Proses, Bukan Sekadar Hasil

T. 446

Di tengah arus perubahan pendidikan yang semakin dinamis, cara kita menilai murid seharusnya ikut berevolusi. Penilaian tidak lagi cukup hanya mengandalkan tes tertulis atau angka-angka di rapor. Ada satu pendekatan yang kian relevan dan manusiawi: penilaian portofolio. Pendekatan ini bukan sekadar alat evaluasi, tetapi cerminan perjalanan belajar murid yang utuh.

Penilaian portofolio adalah kumpulan karya terbaik murid yang disusun secara sistematis dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut bisa berupa tulisan, gambar, proyek, refleksi diri, hingga dokumentasi aktivitas belajar. Melalui portofolio, guru tidak hanya melihat “apa yang dicapai”, tetapi juga “bagaimana proses itu terjadi”.

Dalam praktiknya, portofolio menghadirkan wajah penilaian yang lebih adil. Portofolio digunakan untuk mengukur kompetensi, kemampuan, dan bakat murid secara menyeluruh. Tidak semua murid unggul dalam ujian tertulis, tetapi bisa jadi sangat kreatif dalam proyek atau memiliki kemampuan refleksi yang mendalam. Di sinilah portofolio memberi ruang bagi keberagaman potensi. Murid tidak lagi dipaksa masuk ke dalam satu ukuran yang sama.

Lebih dari itu, portofolio juga mendorong murid untuk menjadi pembelajar aktif. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas, tetapi juga memilih, merevisi, dan merefleksikan karya mereka sendiri. Proses ini melatih keterampilan metakognitif—kemampuan untuk memahami cara belajar diri sendiri—yang sangat penting di abad ke-21.

Guru sangat terbantu dengan adanya penilaian potofolio. Guru akan lebih mudah memberikan perbaikan pembelajaran dan memberikan gambaran perkembangan murid kepada orang tuanya.

Namun, di balik kelebihannya, penilaian portofolio bukan tanpa tantangan. Guru membutuhkan waktu dan komitmen lebih untuk menilai secara mendalam setiap karya murid. Tanpa kriteria yang jelas, penilaian bisa menjadi subjektif. Oleh karena itu, diperlukan rubrik penilaian yang transparan dan terstruktur agar portofolio tetap objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penilaian portofolio memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Dalam Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan, disebutkan bahwa penilaian hasil belajar peserta didik dapat dilakukan melalui berbagai teknik, termasuk observasi, penugasan, tes, dan portofolio. Hal ini menegaskan bahwa portofolio bukan sekadar alternatif, melainkan bagian sah dari sistem penilaian nasional.

Selain itu, Permendikbudristek Nomor 16 Tahun 2022 menekankan pentingnya asesmen yang berkelanjutan dan berorientasi pada proses pembelajaran. Portofolio menjadi instrumen yang tepat karena mampu merekam perkembangan belajar murid secara bertahap, bukan hanya hasil akhir.

Dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka, Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 juga mendorong penggunaan asesmen formatif yang beragam dan bermakna. Portofolio menjadi salah satu strategi yang direkomendasikan karena mendukung pembelajaran diferensiasi serta penguatan profil pelajar Pancasila.

Dari sisi riset, berbagai studi menunjukkan bahwa penilaian portofolio dapat meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan murid. Murid merasa lebih dihargai karena usaha mereka diakui, bukan hanya hasil akhir. Ini berdampak pada meningkatnya rasa percaya diri dan tanggung jawab terhadap proses belajar.

Pada akhirnya, penilaian portofolio mengajak kita untuk melihat pendidikan secara lebih utuh. Belajar bukanlah perlombaan cepat mencapai nilai tertinggi, melainkan perjalanan panjang yang penuh proses, kesalahan, dan perbaikan. Portofolio merekam perjalanan itu—dengan jujur dan bermakna.

Jika pendidikan bertujuan memanusiakan manusia, maka penilaian portofolio adalah salah satu jalannya. Ia tidak sekadar mengukur, tetapi juga menghargai. Tidak hanya menilai, tetapi juga memahami. Dan dari situlah, pembelajaran yang sesungguhnya dimulai.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post