Hujan yang Mengajarkan Pulang
#Tagur 918/1658
Hujan yang Mengajarkan Pulang
Sore ini hujan datang tanpa aba-aba. Tadi langit masih tampak biasa saja, lalu tiba-tiba gelap, angin berembus kencang, dan air turun dengan suara yang cukup bikin heboh. Bukan hujan lama, tapi cukup membuat orang-orang berhenti, menunda langkah, dan memilih diam sejenak.
Di sela hujan itu, jam pulang jadi tak lagi soal pukul berapa. Langkah kaki melambat, jaket dirapatkan, dan pikiran ikut berteduh. Dingin menyelinap pelan, disusul kilat putih yang sesekali menyambar, membuat siapa pun sadar: ada hal-hal yang memang tak bisa kita lawan, hanya bisa kita tunggu.
Hujan sore seperti ini mengajarkan satu hal sederhana, pulang tidak selalu tentang cepat sampai. Kadang pulang adalah tentang sabar, tentang menjaga diri, dan menerima bahwa berhenti sejenak bukanlah kekalahan.
Saat hujan reda, jalanan basah dan udara masih dingin. Tapi rasanya ada lega yang ikut turun bersama sisa-sisa air dari langit. Pulang pun terasa lebih bermakna, karena hari ini kita belajar: alam pun tahu kapan waktunya menyuruh kita menepi.
Gemurung_24 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
