Mengapa Ruwah Desa Dirayakan?
#Tagur 942/1682
Ruwah Desa merupakan tradisi masyarakat jawa yang biasanya digelar di bulan Ruwah (Sya'ban) menjelang ramadan. Istilah tersebut sering kita kenal dengan "Sedekah Bumi." Yaitu perayaan yang bukan sekadar budaya, akan tetapi memiliki makna spiritual.
Mengapa Ruwah Desa dirayakan?
Anda Anda1. Ungkapan SyukurMasyarakat berkumpul untuk bersyukur atas hasil panen, kesehatan, keselamatan, dan rezeki yang telah diberikan Allah. Ini cara sederhana bilang, “Terima kasih, Ya Rabb.”
2. Doa Tolak BalaRuwah Desa juga menjadi momen memohon perlindungan agar desa dijauhkan dari musibah, penyakit, dan perpecahan. Doa dipanjatkan bersama, karena doa yang ramai-ramai itu terasa lebih hangat dan kuat.
3. Menguatkan SilaturahmiLewat makan bersama, kirab budaya, dan doa di balai desa, warga kembali diingatkan bahwa hidup tak bisa sendiri. Tradisi ini merawat kebersamaan, menambal yang retak, dan menguatkan yang renggang.
4. Persiapan Batin Menyambut RamadanKarena dilakukan menjelang bulan suci, Ruwah Desa juga seperti alarm lembut: “Ramadan sebentar lagi, yuk bersihkan hati.”
Jadi, Ruwah Desa bukan sekadar ritual turun-temurun. Ia adalah pertemuan antara budaya dan doa, antara tanah yang diinjak dan langit tempat harap digantungkan.
Di sana ada nasi berkat yang dibagi, ada tangan yang saling bersalaman, dan ada hati yang sama-sama berharap: semoga desa tenteram, warganya rukun, dan hidup penuh berkah.
Gemurung_16 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan