Antara Antrean dan Adzan
#Tagur 961/1701
Antara Antrean dan Adzan
Sore ini (8/3/26) kami sekeluarga memutuskan berbuka di luar, sekalian ngabuburit menikmati suasana Ramadan. Rasanya menyenangkan membayangkan duduk bersama, menunggu adzan magrib sambil melihat orang lalu-lalang. Tapi sesampainya di tempat tujuan, pemandangan yang ada justru antrean panjang mengular. Tempat duduk penuh, orang-orang berdiri menunggu giliran. Akhirnya kami harus bergantian antre makanan, sementara yang lain mencari tempat duduk yang entah kapan kosong.
Lucunya lagi, yang belum mendapat tempat duduk tidak diperkenankan makan di tempat. Wah, rasanya jadi sedikit ribet. Daripada semakin pusing dengan antrean dan keramaian, kami memilih menepi sebentar. “Mending salat dulu,” pikir kami. Ternyata keputusan itu menenangkan. Setelah salat, suasana terasa lebih ringan.
Ketika akhirnya ada kursi kosong dan kami bisa duduk bersama untuk berbuka, rasanya justru lebih nikmat. Kadang, di tengah keramaian dan keribetan kecil saat Ramadan, kita diingatkan bahwa yang paling penting bukan sekadar tempat berbuka, tapi kebersamaan dan ketenangan hati saat menyambut adzan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan