Menjaga yang Tersisa dari Ramadan
#Tagur 982/1722
Menjaga yang Tersisa dari Ramadan
Ramadan memang telah berlalu, tapi rasanya masih tertinggal di sudut-sudut hati. Ada kebiasaan baik yang dulu terasa ringan; bangun lebih awal, lebih sering berdoa, rutin mengikuti kajian, lebih hati-hati dalam berkata. Kini, setelah hari-hari kembali normal, justru di situlah tantangannya dimulai: apakah semua itu hanya singgah, atau benar-benar menetap?
Menjaga yang tersisa dari Ramadan bukan tentang melakukan hal besar, tapi tentang setia pada yang kecil. Menjaga shalat tetap tepat waktu, meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an meski hanya beberapa ayat, dan tetap menahan diri dari hal yang sia-sia. Karena sejatinya, Ramadan bukan sekadar bulan, tapi latihan. Dan setelah latihan usai, hidup adalah panggung sebenarnya, tempat kita membuktikan, seberapa jauh kita mampu menjaga cahaya itu tetap menyala dalam diri kita.
Gemurung_29 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan