Menunggu Malam yang Istimewa
#Tagur 968/1708
Menunggu Malam yang Istimewa
Malam-malam terakhir Ramadan selalu terasa berbeda. Udara terasa lebih hening, seolah memberi ruang bagi kita untuk sedikit berhenti dari hiruk-pikuk hari. Di antara malam-malam itu, ada satu malam yang sangat dinanti, yaitu malam *Lailatul Qadar*. Malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan. Bukan hanya tentang banyaknya ibadah, tetapi tentang bagaimana hati kita benar-benar mendekat kepada Allah.
Kadang kita tidak tahu pasti kapan malam itu datang. Justru di situlah letak keindahannya. Kita diajak untuk terus berusaha, memperbanyak doa, istighfar, dan memperbaiki diri. Tak harus selalu dengan cara yang berat. Duduk sejenak setelah salat, membaca beberapa ayat Al-Qur’an, atau sekadar memohon ampun dengan tulus, itu pun sudah menjadi langkah mendekat.
Semoga di salah satu malam yang sunyi ini, tanpa kita sadari, doa-doa yang terucap pelan didengar dan dikabulkan. Siapa tahu, justru di malam yang sederhana itulah Allah menghadiahkan keberkahan yang luar biasa dalam hidup kita.
Gemurung_15 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan