Menyapa Sepuluh Malam Terakhir
#Tgur 964/1704
Menyapa Sepuluh Malam Terakhir
Ramadan terasa berjalan begitu cepat. Tiba-tiba kita sudah sampai di sepuluh malam terakhir. Inilah bagian yang sering disebut sebagai puncak dari perjalanan Ramadan. Di malam-malam ini, umat Muslim diajak untuk lebih mendekat kepada Allah. Ibadah diperbanyak, doa dilangitkan, dan hati kembali ditata. Siapa tahu di antara malam-malam itu kita dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Sepuluh malam terakhir seperti pengingat halus agar kita tidak lengah. Jika di awal Ramadan kita semangat, maka di penghujungnya semangat itu justru perlu ditingkatkan. Tak harus selalu dengan hal besar. Salat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa, atau sekadar memperbaiki niat dan hati, semua punya makna. Semoga di sisa Ramadan ini kita diberi kesempatan menutupnya dengan ibadah terbaik. Karena boleh jadi, justru di akhir inilah keberkahan paling besar menanti.
Gemurung_11 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan