Effi susanti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Setelah Ramai, Kita Kembali Sunyi

#Tagur 986/1726

Setelah Ramai, Kita Kembali Sunyi

Lebaran selalu datang dengan riuh; suara tawa, denting gelas, obrolan yang saling bersahutan tanpa jeda. Rumah penuh, hati hangat, dan waktu terasa berjalan lebih cepat dari biasanya. Tapi seperti gelombang, keramaian itu tak pernah benar-benar tinggal. Ia pamit perlahan, menyisakan kursi kosong, piring yang tak lagi ramai, dan rumah yang kembali pada sunyinya. Di titik ini, kita sering diuji, ternyata yang ramai itu hanya mampir, sementara sunyi adalah teman yang setia.

Namun justru di sanalah letak tantangannya. Mampukah kita tetap utuh tanpa keramaian? Mampukah kita berdamai dengan diri sendiri, tanpa distraksi, tanpa hiruk pikuk yang menutupi rasa? Sunyi bukan musuh, ia ruang jujur yang kadang kita hindari. Setelah ramai, hidup kembali seperti semula dan di situlah kualitas diri diuji. Karena pada akhirnya, bukan seberapa meriah kita merayakan, tapi seberapa kuat kita menjalani hari-hari biasa setelahnya.

Gemurung_2 April 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post